Bagikan:

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Rabu kembali menetapkan kelompok Houthi Yaman secara resmi sebagai "organisasi teroris asing", kata Gedung Putih, setelah sempat dicabut pemerintahan sebelumnya.

Langkah tersebut akan memberikan hukuman ekonomi yang lebih berat daripada yang telah diterapkan Pemerintahan Presiden Joe Biden kepada kelompok tersebut, sebagai tanggapan atas serangannya terhadap pengiriman komersial di Laut Merah dan terhadap kapal perang AS yang mempertahankan titik rawan maritim yang penting tersebut.

Para pendukung langkah tersebut mengatakan tindakan itu sudah terlambat, meskipun beberapa ahli mengatakan tindakan tersebut dapat berdampak pada siapa pun yang dianggap membantu Houthi, termasuk beberapa organisasi bantuan.

David Schenker, yang menjabat sebagai asisten menteri luar negeri untuk urusan Timur Dekat pada pemerintahan Trump pertama, mengatakan tindakan Trump pada hari Rabu merupakan langkah awal yang jelas untuk menanggapi apa yang ia gambarkan sebagai salah satu kekuatan proksi utama Iran di Timur Tengah.

"Meskipun penunjukan ulang tersebut kemungkinan tidak akan berdampak positif pada perilaku kelompok tersebut, tindakan tersebut menunjukkan pemerintahan baru tidak bermaksud untuk membujuk (atau membujuk) Iran agar berunding melalui bujukan," kata Schenker kepada Reuters.

Pemerintahan Trump mengatakan AS akan bekerja sama dengan mitra regional untuk melenyapkan kemampuan Houthi, merampas sumber dayanya "dan dengan demikian mengakhiri serangannya terhadap personel dan warga sipil AS, mitra AS dan pengiriman maritim di Laut Merah."

Penetapan tersebut juga akan memicu tinjauan luas terhadap mitra PBB, organisasi nonpemerintah, dan kontraktor yang beroperasi di Yaman, kata Gedung Putih.

"Presiden akan mengarahkan USAID untuk mengakhiri hubungannya dengan entitas yang telah melakukan pembayaran kepada Houthi, atau yang menentang upaya internasional untuk melawan Houthi sambil menutup mata terhadap terorisme dan pelanggaran yang dilakukan Houthi," kata Gedung Putih.

Dalam beberapa hari terakhir, Houthi telah mengisyaratkan mereka mengurangi serangan di Laut Merah setelah kesepakatan gencatan senjata multi-fase antara Israel dan Hamas.

Pada Hari Rabu, kelompok tersebut membebaskan awak kapal niaga Galaxy Leader lebih dari setahun setelah mereka menyita kapal berbendera Bahama itu di lepas pantai Yaman.