Bagikan:

JAKARTA - Amerika Serikat pada Selasa menjatuhkan sanksi terhadap jaringan penyelundupan minyak bumi yang terkait dengan Houthi di Yaman dan Uni Emirat Arab. Sanksi ini merupakan tindakan baru yang menargetkan kelompok militan yang didukung Iran tersebut.

Departemen Keuangan AS mengatakan dua individu dan lima entitas yang dikenai sanksi pada Selasa, 22 Juli tersebut termasuk di antara importir produk minyak bumi dan pencuci uang terbesar yang menguntungkan Houthi.

"Houthi berkolaborasi dengan para pengusaha oportunis untuk meraup keuntungan besar dari impor produk minyak bumi dan memungkinkan kelompok tersebut mengakses sistem keuangan internasional," ujar Wakil Menteri Keuangan AS Michael Faulkender dilansir Reuters.

"Jaringan bisnis gelap ini mendukung mesin teroris Houthi, dan Departemen Keuangan akan menggunakan segala cara yang tersedia untuk menggagalkan rencana ini,” sambungnya.

Di antara mereka yang menjadi sasaran sanksi adalah Muhammad Al-Sunaydar. Departemen Keuangan AS menyebut Al-Sunaydar mengelola jaringan perusahaan minyak bumi antara Yaman dan Uni Emirat Arab dan merupakan salah satu importir minyak bumi terkemuka di Yaman.

Tiga perusahaan dalam jaringannya juga ditetapkan, dengan Departemen Keuangan mengatakan mereka mengoordinasikan pengiriman produk minyak bumi Iran senilai sekitar $12 juta dolar dengan perusahaan yang ditunjuk AS kepada Houthi.

Sejak perang Israel di Gaza melawan kelompok militan Palestina Hamas dimulai pada Oktober 2023, Houthi yang berkongsi dengan Iran telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina.

Pada Januari, Trump menetapkan kembali gerakan Houthi sebagai organisasi teroris asing, yang bertujuan untuk menjatuhkan hukuman ekonomi yang lebih keras sebagai tanggapan atas serangannya terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dan terhadap kapal perang AS yang mempertahankan wilayah maritim kritis tersebut.

Pada Mei, Amerika Serikat mengumumkan kesepakatan mengejutkan dengan Houthi di mana Amerika Serikat setuju untuk menghentikan operasi pengeboman terhadap mereka dengan imbalan diakhirinya serangan terhadap kapal-kapal, meskipun Houthi mengatakan kesepakatan itu tidak termasuk mengampuni Israel.

Militer Israel menyerang sasaran Houthi di pelabuhan Hodeidah Yaman pada Senin, 21 Juli, dalam serangan terbarunya terhadap militan, yang telah menyerang kapal-kapal yang menuju Israel dan meluncurkan rudal terhadapnya.