Bagikan:

JAKARTA - Seorang pria Inggris yang menawarkan informasi pribadi mantan Menteri Pertahanan Grant Shapps kepada intelijen Rusia demi uang, dinyatakan bersalah karena membantu dinas intelijen asing.

Howard Phillips menawarkan alamat rumah dan nomor telepon Shapps kepada dua orang yang ia yakini sebagai agen Rusia, tetapi sebenarnya adalah petugas penyamaran Inggris, kata jaksa penuntut.

Pria berusia 65 tahun itu membantah satu tuduhan terlibat dalam tindakan yang dimaksudkan untuk membantu secara material dinas intelijen asing, yang ancaman hukumannya maksimal 14 tahun penjara.

Dilansir Reuters, Phillips memberikan kesaksian dalam persidangannya di Winchester Crown Court, mengklaim ia mencoba menjebak dan mengungkap agen asing.

Namun, Phillips dinyatakan bersalah atas pelanggaran tersebut berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional oleh juri pada Selasa, 22 Juli. Ia akan dijatuhi hukuman di kemudian hari.

Di awal persidangannya, jaksa Jocelyn Ledward mengatakan Phillips menawarkan bantuan kepada intelijen Rusia bukan semata-mata karena alasan ideologis atau karena ia bersimpati dengan negara Rusia.

Ledward mengatakan Phillips berusaha melakukan pekerjaan mudah demi uang.

Phillips didekati pada Maret 2024 oleh orang-orang yang mengaku sebagai agen Rusia, yang menggunakan nama Sasha dan Dima, yang meminta Phillips untuk menyimpan berkas ke dalam USB yang bersih, menjelaskan apa yang bisa ia tawarkan dan alasannya, serta menyembunyikannya di dalam sepeda yang terparkir di jalan di London.

Ia kemudian bertemu Dima pada Mei 2024, dan mengaku mengetahui alamat rumah, nomor telepon, dan lokasi pesawat pribadi Shapps karena ia pernah mengunjungi rumah Shapps.

Phillips juga menawarkan dukungan logistik dengan memesan hotel dan membeli ponsel untuk dinas intelijen asing, kata jaksa.