JAKARTA - Pentagon mengumumkan akan mengakhiri pengerahan sekitar 700 Marinir aktif yang dikirim ke Los Angeles bulan lalu untuk melindungi properti dan personel federal selama serangkaian protes terkait tindakan keras imigrasi Presiden Donald Trump.
Penarikan ini menyusul keputusan minggu lalu untuk menarik sekitar setengah dari 4.000 pasukan Garda Nasional yang juga dikirim ke Los Angeles.
"Dengan kembalinya stabilitas di Los Angeles, Menteri telah memerintahkan pengerahan kembali 700 Marinir yang kehadirannya mengirimkan pesan yang jelas: Pelanggaran hukum tidak akan ditoleransi," kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dilansir Reuters, Selasa, 22 Juli.
Trump mengerahkan Marinir dan Garda Nasional California ke Los Angeles pada Juni--bertentangan dengan keinginan Gubernur Demokrat Gavin Newsom--untuk meredakan protes yang dipicu oleh penggerebekan imigrasi di tempat kerja oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai.
Meskipun ada gugatan hukum, pengadilan banding AS mengizinkan Trump mempertahankan kendali atas Garda Nasional California.
Keputusan Trump untuk mengirim pasukan ke Los Angeles memicu perdebatan nasional tentang penggunaan militer di tanah AS dan mengobarkan ketegangan politik di kota terpadat kedua di negara itu.
Pentagon membela pengerahan tersebut, dengan mengatakan pengamanan agen Imigrasi dan Bea Cukai memastikan mereka dapat melakukan tugas mereka, sekaligus memuji Marinir.
"Respons cepat mereka, disiplin yang teguh, dan kehadiran mereka yang tak terbantahkan berperan penting dalam memulihkan ketertiban dan menegakkan supremasi hukum," kata Parnell.
BACA JUGA:
Trump berjanji untuk mendeportasi jutaan orang yang berada di negara itu secara ilegal dan telah melakukan penggerebekan di lokasi-lokasi kerja, termasuk pertanian yang sebagian besar dikecualikan dari penegakan hukum selama masa jabatan pertamanya.
Pemerintahan Trump telah menghadapi puluhan tuntutan hukum di seluruh negeri yang menantang taktiknya.
Trump semakin beralih ke militer dalam tindakan keras imigrasinya.
Selain mengirim pasukan ke Los Angeles, ribuan pasukan aktif telah dikerahkan ke perbatasan dengan Meksiko, dan Pentagon telah menciptakan zona militer di wilayah perbatasan.
Zona-zona tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan pemerintahan Trump menggunakan pasukan untuk menahan para migran tanpa mengacu pada Undang-Undang Pemberontakan 1807 yang memberi wewenang kepada presiden untuk mengerahkan militer AS guna menekan peristiwa-peristiwa seperti kerusuhan sipil.