JAKARTA - Seorang diplomat senior Moskow mengatakan dalam sebuah wawancara, Rusia tidak akan menyerang negara-negara NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) dan tidak merencanakan langkah-langkah agresif seperti itu.
"Hubungan antara Rusia dan NATO tidak hanya mencapai titik terendah sejak berakhirnya era Perang Dingin. Aliansi tersebut jelas-jelas sedang mengejar arah untuk melawan negara kita dan menahan 'ancaman' yang diduga ditimbulkan oleh kita," kata Vladislav Maslennikov, direktur departemen masalah Eropa Kementerian Luar Negeri Rusia, kepada surat kabar Izvestia, menambahkan tren tersebut terlihat di seluruh bidang, melansir TASS 13 Januari.
Lebih lanjut dia mengatakan, Moskow tidak pernah berusaha memperburuk hubungan dengan aliansi tersebut.
"Rusia tidak pernah berusaha memperburuk hubungan dengan NATO. Aliansi sepenuhnya harus disalahkan karena merendahkan hubungan tersebut. Kami tidak akan menyerang negara-negara NATO, dan kami juga tidak membuat rencana agresif seperti itu," jelasnya.
Menurut diplomat tersebut, Rusia dan Aliansi Atlantik Utara menjaga apa yang disebut jalur komunikasi langsung dan peluang untuk kontak darurat agar tetap tersedia.
BACA JUGA:
"Sehubungan dengan kontak normal dan mekanisme dialog yang dapat digunakan untuk mencari cara meredakan ketegangan, aliansi telah menolaknya. Itu bukan pilihan kami," jelasnya.
"Pada tahun 2014, NATO secara sepihak menghentikan kerja sama dengan kami di Dewan Rusia-NATO di bidang militer dan sipil," kenangnya.