Peneliti Sebut Puasa Tingkatkan Imun Tubuh Melawan Infeksi, Termasuk COVID-19
Ilustrasi puasa. (Unsplash/@rachidnl)

Bagikan:

JAKARTA - Puasa selama Ramadan dapat membantu sistem kekebalan seseorang melawan infeksi seperti Covid-19, sebuah penelitian menunjukkan.

Peneliti mengatakan, puasa memungkinkan tubuh memproduksi sel darah putih baru, meremajakan sistem kekebalan tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 'Frontiers in Nutrition', para peneliti menyarankan, puasa dapat mengurangi efek berbahaya dari sitokin inflamasi.

Sitokin sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi jenis peradangan menyerang tubuh dan diyakini sebagai pendorong utama kasus COVID-19 yang parah.

Dr. Mohammed Arif, seorang spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Aster di Mankhool, Dubai mengatakan, puasa membantu meningkatkan metabolisme seseorang dan kemampuan mereka untuk mengatasi masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi dan diabetes.

"Puasa bahkan dapat meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Studi menunjukkan, orang yang menjalani kemoterapi merespons lebih baik saat berpuasa," kata Dr. Arif melansir thenationalnews.

Tetapi, dokter menekankan, efek menguntungkan sangat bergantung pada apa yang orang makan ketika mereka buka puasa. Makanan kaya nutrisi seperti kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran harus menonjol dalam buka puasa dan makan sahur.

"Saat berpuasa, kita perlu menjaga keseimbangan antara semua mikronutrien. Sebagai aturan umum, karbohidrat harus 55 persen, protein 25 persen dan lemak harus 20 persen," kata Dr Iffat Sultana, spesialis penyakit dalam di NMC Royal Hospital di Dubai Investments Park.

Selama puasa Ramadan, ada beberapa asupan nutrisi dan vitamin yang perlu diperhatikan. Vitamin C adalah penguat kekebalan yang penting, seperti juga vitamin B6, kata Dr. Azeem Mohamad, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Internasional Bareen di Abu Dhabi.

"Sebaliknya, makanan yang memiliki kadar gula atau garam tinggi dan gorengan harus dihindari, terangnya. 

Selain itu, makanan yang kaya vitamin E dan asam lemak omega-3 juga bisa menjadi bagian penting selama menjalankan puasa Ramadhan.

“Ingat, memiliki makanan sehat dan makanan kaya antioksidan akan memberi tubuh Anda kekuatan yang cukup untuk melawan infeksi apa pun," tukas Dr. Arif.

Terakhir, jangan lupa untuk memerhatikan kecukupan dua liter air setelah berbuka hingga setelah makan sahur.