Bagikan:

JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (Yuri) mengatakan, ada 129 kasus baru virus corona atau COVID-19 per Senin, 30 Maret. Total, secara akumulatif, terdapat 1.414 kasus positif COVID-19.

"Update kasus yang kita dapatkan sepanjang tanggal 29 hingga 30 maret pada hitungan pukul 12.00 WIB, yang pertama adalah penambahanan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang, sehingga total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus," ucap Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 30 Maret.

Selanjutnya, kasus sembuh dari virus ini bertambah 11 orang, sehingga total ada 75 pasien yang sembuh. Sementara, kabar duka dari kasus ini bertambah 8 orang, total keseluruhan menjadi 122 orang yang meninggal akibat wabah COVID-19.

"Ada penambahan kasus sembuh 11 orang sehingga total yang ssembuh sebanyak 75 orang, kemudian masih ada kasus kematian 8 orang, jadi total 122 orang," ungkap Yuri.

Dalam penambahan kasus positif, DKI Jakarta tak lagi menjadi wilayah dengan penyumbang terbanyak. Per hari ini, pertambahan kasus baru di Jakarta mencapai 24 kasus. Sementara, Jawa Barat terdapat penambahan kasus baru sebesar 25 pasien. Lalu, disusul oleh provinsi Banten dengan menyumbang sebanyak 22 kasus positif COVID-19.

"Update kasus yang kita dapatkan sepanjang tanggal 29 hingga 30 maret pada hitungan pukul 12.00 WIB, yang pertama adalah penambahanan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang, sehingga total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus," ucap Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 30 Maret.

"Update kasus yang kita dapatkan sepanjang tanggal 29 hingga 30 maret pada hitungan pukul 12.00 WIB, yang pertama adalah penambahanan konfirmasi kasus positif sebanyak 129 orang, sehingga total kasus sekarang menjadi 1.414 kasus," ucap Yuri di Graha BNPB, Jakarta, Senin, 30 Maret.

Dalam penanganan dan pencegahan penyebaran wabah COVID-19, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah kongkrit dengan menyediakan semua kebutuhan yang diperlukan.

Untuk persediaan pakaian pelindung, Yuri menyebut, sekitar 191.666 set sudah terdistribusikan ke seluruh provinsi dan rumah sakit yang menangani COVID-19. Begitu juga masker, sekitar 12.272.500 masker bedah dan 133.640 masker N95 sudah terkirim.

Selanjutnya, terkait dengan alat rapid test, sebanyak 425.000 unit sudah disebar ke berbagai provinsi untuk mencari kasus-kasus positif dan dapat memutus mata rantai penyebaran.

"Kita akan tetap berupaya secara maksimal memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok ini di dalam kaitan untuk penanganan kasus Covid-19," kata Yuri.

Terakhir, mengenai ketersediaan tempat penanganan bagi pasien terjangkit. Ribuan ruang dengan bertekanan negatif dan ruang isolasi sudah disiapkan dan tersebar di beberapa rumah sakit rujukan.

"Rumah sakit rujukan nasional yang kemudian sudah kita siapkan telah bisa menambah sampai dengan saat ini ruang isolasi dengan tekanan negatif sebanyak 1.967 ruang," tandas Yuri.