Bagikan:

JAKARTA - Israel telah melakukan serangan di wilayah Iran, kata seorang pejabat Amerika Serikat CNN, tindakan yang mengancam akan mendorong wilayah tersebut lebih jauh ke dalam konflik.

"Sasarannya bukan (fasilitas) nuklir," kata pejabat itu, melansir CNN 19 April.

Sebelum serangan Israel pada Jumat (waktu setempat), AS memperkirakan mereka tidak akan menargetkan fasilitas sipil atau nuklir, kata pejabat senior AS lainnya kepada CNN.

Militer Israel mengatakan mereka "tidak mempunyai komentar saat ini," ketika ditanya oleh CNN tentang laporan ledakan di Iran.

Dilaporkan sebelumnya, Israel mengatakan kepada AS, tanggapannya akan terbatas cakupannya. Intelijen AS telah menyatakan Israel sedang mempertimbangkan serangan yang sempit dan terbatas di Iran, karena mereka merasa harus merespons dengan tindakan kinetik mengingat skala serangan Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kisaran target "tidak pernah ditentukan secara tepat tetapi lokasi nuklir dan sipil jelas tidak termasuk dalam kategori tersebut," kata pejabat kedua.

Washington sendiro telah mendesak Israel untuk tidak menanggapi serangan Iran akhir pekan lalu, yang oleh Presiden Joe Biden pada Hari Kamis disebut "belum pernah terjadi sebelumnya."

"AS tidak memberi lampu hijau pada tanggapan Israel," kata pejabat kedua.

Sementara itu, kantor berita negara Iran, IRNA melaporkan sistem pertahanan udara Iran diaktifkan di beberapa wilayah sebagai tindakan pencegahan terhadap potensi ancaman udara.

"Menyusul pengaktifan pertahanan udara di beberapa bagian negara untuk menghadapi beberapa kemungkinan sasaran, laporan menunjukkan bahwa sejauh ini, tidak ada laporan serangan atau ledakan skala besar yang disebabkan oleh ancaman udara," kata IRNA Jumat dini hari waktu setempat.

Pemeriksaan ekstensif di Isfahan, sebuah provinsi penting yang memiliki fasilitas nuklir yang signifikan, menunjukkan semua instalasi militer dan keamanan yang sensitif tetap aman dan tidak ada laporan insiden.

Lebih lanjut, IRNA mengatakan belum ada aktivasi sistem pertahanan rudal.

Tiga drone "telah berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara negara tersebut, tidak ada laporan mengenai serangan rudal untuk saat ini,” juru bicara Pusat Siber Nasional Iran, Hossein Dalirian, mengatakan di media sosial X.