Bagikan:

JAKARTA - Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan operasi pencarian helikopter logistik eksplorasi kontraktor perusahaan tambang nikel PT Indonesia Weda Bay Industri Park (IWIP) yang hilang di hutan Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Kantor Basarnas Ternate Fatur Rahman mengaku personelnya berkoordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca pagi ini guna memperlancar pencarian helikopter yang jatuh tersebut.

Ia memaparkan helikopter Bell 429 PK-WSW yang diterbangkan pilot dan copilot serta mengangkut seorang penumpang tersebut hilang pada Selasa 20 Februari sekitar pukul 13.40 WIT.

“Saat itu pilot telah melewati ketinggian 2.000 kaki,” ujarnya saat dikonfirmasi ANTARA, Rabu 21 Februari.

Ia menyebutkan sebelum dilaporkan hilang, sekitar pukul 13.15 WIT, pilot sempat melapor kepada petugas pendaratan (helicopter landing officer/HLO) setempat bahwa pilot mendengar suara ledakan.

Hal itu terungkap dari rekaman radio penerbangan yang memuat percakapan pilot dengan petugas pendaratan helikopter yang diterima Basarnas.

Berbekal informasi tersebut, Basarnas langsung ke lokasi. Namun, karena pada Selasa hujan, maka mulai hari ini dilakukan pencarian bekerja sama kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Tengah, dan perwakilan perusahaan.

Tim gabungan menelusuri kawasan titik pertama helikopter dilaporkan hilang kontak pada rute koordinat 0°28'13.47"N /127°56'0.19"E - 0°39'20.54"N /127°58'17.28"E Halmahera Tengah.

Petugas Basarnas mengkonfirmasi titik dugaan helikopter hilang tersebut berada di kawasan hutan, sehingga butuh kesiapsiagaan.