Mengenal Oposisi dalam Pemerintah, Punya Peran Penting untuk Check and Balance
Mengenal oposisi dalam pemerintahan (Freepik)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Oposisi merupakan istilah yang sering didengar ketika membicarakan tentang politik. Dalam dinamika politik sebuah negara, oposisi memiliki peran dalam mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Namun belum banyak masyarakat yang mengenal oposisi dalam pemerintahan dan fungsinya dalam politik.

Oposisi bisa diibaratkan seperti pihak yang berseberangan atau lawan dari elit penguasa pemerintahan. Biasanya pihak oposisi akan bertentangan dengan kebijakan-kebijakan atau program yang diberlakukan pemerintah. 

Meski terkesan negatif, kehadiran pihak oposisi sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan dalam kekuasaan sebuah negara. Supaya bisa memahami lebih jauh, mari mengenal apa itu oposisi dalam pemerintahan dan perannya. 

Mengenal Oposisi dalam Pemerintahan

Oposisi dapat diartikan sebagai sekelompok orang atau partai politik yang berlawanan atau mengkritik kebijakan pemerintah atau parpol yang sedang berkuasa. Secara sederhananya, oposisi adalah posisi yang berseberangan dengan pemerintah. 

Berdasarkan KBBI, oposisi adalah partai penentang dewan perwakilan dan sebagainya yang menentang dan mengkritik pendapat atau kebijaksanaan politik golongan yang berkuasa. Istilah oposisi berasal dari kata bahasa Inggris ‘opposition’ yang artinya berlawanan.

Siapa yang Menjadi Oposisi dalam Pemerintahan 

Dalam kontestasi politik, terdapat pihak lawan dan pihak kawan atau satu kelompok. Pihak yang berlawanan disebut oposisi karena bertentangan dengan kebijakan dari pihak satunya. Sementara pihak kawan disebut koalisi karena menyepakati satu kebijakan atau tidak saling bertentangan. 

Dalam konteks politik suatu negara, pihak oposisi bisa memiliki perbedaan pandangan dan berseberangan secara ideologis atau visi terhadap pemerintah. Pihak yang menjadi oposisi umumnya adalah gabungan dari beberapa partai atau lebih dari satu partai politik.

Partai-partai yang berada di pihak oposisi memiliki posisi di luar koalisi pemerintah dalam periode tertentu. Misalnya pada masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari partai Demokrat, yang menjadi pihak oposisi pada saat itu adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Pada Pemilu 2024, PDIP digadang-gadang bakal kembali menjadi oposisi pemerintah karena gagal memenangkan Pilpres. Sementara itu dalam Pileg, partai warna merah berlogo banteng inil memperoleh suara paling tinggi. Sebagai perwakilan rakyat, para caleg dari PDIP diharapkan dapat mengkritisi dan mengawasi kinerja pemerintahan yang baru. 

Fungsi Oposisi dalam Pemerintahan

Keberadaan pihak oposisi memiliki peran penting sebagai pengawas dan pengimbang (Check and balances) terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah atau eksekutif. Pihak oposisi akan selalu mengkritisi kebijakan pemerintah apabila ditemukan program atau kebijakan yang tidak berjalan sesuai undang-undang. 

Oposisi akan melakukan gerakan yang massif untuk dapat mengawasi jalannya pemerintahan. Itulah mengapa pihak oposisi mendapat dukungan besar dari banyak masyarakat untuk bisa mencegah praktik-praktik penyalahgunaan kekuasaan. 

Pihak oposisi memang tidak memiliki pengaruh sepenuhnya untuk mengatur atau mengubah kebijakan pemerintah secara langsung. Namun yang jelas pihak oposisi memiliki kemampuan dan gerak yang lebih fleksibel dan objektif dalam mengawasi dan mengkritik kebijakan pemerintah. 

Berikut ini beberapa fungsi oposisi dalam pemerintahan yang penting untuk dipahami:

  • Menjadi kelompok pengawas dan pengimbang (check and balances) atas kebijakan dan kinerja pemerintah
  • Menjaga akuntabilitas dalam sistem pemerintah 
  • Memantau dan menganalisis pekerjaan pemerintah untuk memastikan berjalan sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku
  • Memeriksa atau memperdebat rancangan undang-undang dan isu-isu penting nasional agar tidak menyimpan dan merugikan masyarakat maupun negara 
  • Meminta pemerintah menjelaskan tindakan atau kebijakan yang diambil 
  • Memberikan alternatif atau usulan terhadap kebijakan pemerintah

Demikianlah ulasan mengenal oposisi dalam pemerintahan atau politik suatu negara. Sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah atau pemegang kekuasaan, kehadiran oposisi memiliki peran penting dalam mengawasi dan mengkritik kebijakan-kebijakan supaya bisa berjalan sesuai kepentingan masyarakat dan negara. Baca juga PDIP terpaksa jadi oposisi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Ikuti terus berita terkini dalam negeri dan luar negeri lainnya di VOI. Kami menghadirkan kabar terbaru dan terupdate nasional maupun internasional.