Bagikan:

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berduka atas meninggalnya Letjen TNI Purn Doni Monardo yang pernah menempati jabatannya masa bakti 2019-2021.

Suharyanto berdoa amal kebaikan mantan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 itu di dunia akan dibalas pahala oleh Allah SWT.

"Inna lillahi wa inna illaihi rajiun, semoga almarhum diampuni semua dosanya, diterima amal ibadahnya, dilapangterangkan kuburnya, dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT," kata Suharyanto dalam keterangan tertulis, Minggu 3 Desember.

Doni Monardo tutup usia di Rumah Sakit Siloam Semanggi Jakarta pada Minggu 3 Desember sekitar pukul 17.35 WIB.

Jenazah Doni Monardo saat ini dibawa ke rumah duka di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel).

Besok, Senin, 4 November, jenazah Doni Monardo akan disemayamkan di Mako Kopassus Cijantung, Jakarta Timur.

Selanjutnya, almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Sebelum wafat, Doni Monardo diketahui dirawat secara intensif di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Presiden Joko Widodo pun sempat menjenguk Doni pada 7 November lalu.

Doni Monardo merupakan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) kelahiran Cimahi, Jawa Barat pada 10 Mei 1963. Ia berdarah asli Minang.

Semasa hidupnya, Doni Monardo sempat menjabat Kepala BNPB periode 2019-2021. Saat itulah Doni membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 untuk menghadapi pandemi di Tanah Air. Belakangan gugus tugas itu menjadi Satuan Tugas Penanganan COVID-19.

Doni juga tercatat pernah menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional periode 2018-2019, Panglima Daerah Militer III/Siliwangi periode 2017-2018, Panglima Daerah Militer XVI/Pattimura periode 2015–2017.

Doni juga pernah mengemban jabatan sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus periode 2014–2015, serta Komandan Pasukan Pengamanan Presiden periode 2012–2014.