Elektabilitas Anies Baswedan Melonjak di Bursa Calon Gubernur DKI, Gerindra-PKS Ingatkan Janji Kampanye
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Diah Ayu Wardani/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Lembaga survei Median merilis hasil survei mengenai persaingan kursi Gubernur DKI Jakarta. Dalam hasil survei tersebut, lebih banyak responden yang ingin Anies Baswedan kembali maju dalam Pilgub DKI.

Kedua fraksi pengusung Anies saat Pilgub DKI 2017 lalu, yakni Partai Gerindra dan PKS mengaku sependapat. Dengan catatan, Anies mesti menyelesaikan janji kampanyenya sampai akhir masa jabatan.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif mengaku berharap Anies bisa menuntaskan program yang dijanjikan sampai tahun 2022. 

"Tiga tahun saya perhatikan, janji-janji itu bertahap bisa ditunaikan. Karena itu, Gerindra mengharapkan pada semua masyarakat untuk fokus Anies-Ariza tuntas dulu. Ada beberapa janji yang belum Terpenuhi, ya kita tunggu," kata Syarif saat dihubungi, Selasa, 16 Februari.

Menurut Syarif, janji yang belum dituntaskan Anies adalah mencetak 250 ribu wirausaha dalam program OK OCE. Selain itu, penanganan banjir dan kemacetan masih belum maksimal.

"Isu-isu yang strategis itu belum bisa mencapai sesuai dengan harapan semua. Tapi bidang yang lain, saya pikir sudah mendekati sangat memuaskan," tuturnya.

Sementara, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS DKI Jakarta Khoirudin juga ingin memastikan Anies terus berusaha memenuhi janji kerjanya yang disampaikan dalam kampanye lalu melalui fungsi anggaran, legislasi dan pengawasan di DPRD. 

“Fraksi PKS tidak segan mengingatkan Gubernur jika program-programnya tidak berpihak kepada rakyat Jakarta,” ucap Khoirudin terpisah.

Sebagai informasi, Hasil survei Media Survei Indonesia (Median) menunjukkan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memuaskan. Direktur Riset Median Ade Irfan Abdurahman yang mengatakan 52,5 persen responden merasa puas dengan pekerjaan yang telah dilakukan Anies selama dia menjabat.

"Orang yang puas dengan kinerja beliau (Anies Baswedan, red) 52,5 persen sedangkan orang yang tidak puas itu 32,5 persen. Sementara yang tidak tahu atau tidak jawab 15,05 persen," kata Ade dalam saat memaparkan hasil survei bertajuk 'Persaingan Ketat Kursi Gubernur DKI Jakarta', Senin, 15 Februari.

Median mencatat sebanyak 48 persen responden ingin agar Anies kembali maju sebagai calon petahana di Pilkada DKI Jakarta meski belum diketahui pelaksanaannya pada tahun 2022 atau 2024 mendatang. Sementara sebanyak 38 persen meminta Anies digantikan dengan tokoh lain dan 14 persen lainnya tidak menjawab.