Bagikan:

YOGYAKARTA - Dalam mensukseskan program nasional di bidang pertanian, pemerintah terus berinovasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan Kartu Tani yang bakal menguntungkan guna tingkatkan kesejahteraan petani. Lantas seperti apa sih manfaat kartu tani itu?

Buat diketahui, Kartu Tani merupakan kartu yang dikeluarkan oleh Perbankan kepada petani, bisa digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi lewat mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy berkata, Kartu Tani diharapkan membawa imbas yang positif untuk seluruh golongan. Tidak cuma untuk pemerintah serta pihak terpaut saja, namun yang sangat berarti yakni guna untuk para petani.

“Dengan terdapatnya Kartu Tani, nantinya para petani bisa memakainya dalam membeli pupuk bersubsidi. Langkah ini efisien dalam menyalurkan pupuk subsidi pas sasaran,” ungkap Sarwo Edhy dalam keteranganya, Jumat (6/3/2020) silam.

Baginya, tidak semua orang bisa mempunyai kartu ini. Karena, terdapat rangkaian proses yang wajib di lakukan, tujuannya supaya dorongan subsidi pupuk benar- benar pas sasaran.

Kartu Tani tersebut berisi mengenai kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Buat jumlah kuota ini bergantung dari luas lahan yang dipunyai tiap petani. "Akan tetapi, kartu tani tidak dapat diuangkan serta cuma dapat dilakukan buat penukaran pupuk saja," tambahnya.

Persyaratan utama memperoleh kartu ini yakni petani wajib tergabung dalam kelompok tani. Petani pula wajib mengumpulkan fotokopi e-KTP serta tanda kepemilikan tanah, bukti setoran pajak tanah, bukti sewa, ataupun anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sarwo Edhy menarangkan, verifikasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) saat ini ditunjukan ke e-RDKK.

"Setelah itu petugas penyuluh lapangan (PPL) melaksanakan pendataan serta verifikasi informasi ke lapangan (NIK, luas lahan, komoditas serta tipe pupuk) yang setelah itu PPL mengunggah informasi petani ke dalam Sistem Informasi Pertanian Indonesia (SINPI),” jelas Sarwo Edhy.

Berikutnya, tambah Sarwo Edhy, dilakukan upload data RDKK ataupun upload alokasi pupuk bersubsidi, petani juga wajib hadir ke bank yang di tunjuk ialah BRI, Mandiri unit desa ataupun tempat yang sudah didetetapkan supaya kartu tani terbit.

Dalam proses ini petani menampilkan e-KTP asli serta mengatakan nama ibu kandung. Setelah itu petugas melaksanakan pengecekan ke server bank di lanjutkan pembuatan buku tabungan.

“Sehabis proses ini rampung, petugas bank bakal menyerahkan kartu tani serta buku tabungan," kata Sarwo.

Manfaat Kartu Tani

Kartu Tani langsung dapat digunakan buat pembelian pupuk subsidi ke agen ataupun pengecer yang sudah ditunjuk. "Setelah itu kartu tani digesek pada mesin EDC di kios buat melaksanakan pembelian pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan,” paparnya.

Ia menambahkan, petani pula dapat mengecek kembali alokasi sisa kuota pupuk. Sehabis melaksanakan transaksi, pengecer menyerahkan pupuk ke petani serta transaksi berakhir petani bisa bawa kembali pupuk tersebut.

Tidak cuma buat membeli pupuk, Kartu Tani pula berperan selaku kartu debet serta perlengkapan transaksi penjualan hasil panen.

Berikutnya hasil panen diinput serta muncul nilai pembayaran di server SINPI. Sehabis itu SINPI mengirimkan laporan lewat sms ke HP Petani." Di HP petani terdapat laporan jumlah panen serta nilai jualnya (rupiah). Nilai jual tersebut masuk ke rekening petani kemudian bisa dicek saldo lewat ATM,” ucapnya.

Tidak hanya manfaat tersebut, katanya, kartu tani pula bisa digunakan para petani buat bisa mengajukan kredit usaha di lembaga perbankan serta keuangan yang sudah ditunjuk oleh pemerintah.

Kartu Tani digunakan buat memverifikasi informasi para petani kala melaksanakan pengajkuan pinjaman kredit usaha. Buat hambatan dalam pertanian yakni masih terdapatnya petani yang belum mempunyai rekening bank buat menaruh hasil panen mereka.

"Aspek yang lain yaitu letak bank yang lumayan jauh serta terkendala mengenai persyaratan yang lain,” pungkasnya.

Sedangkan Pengamat pertanian Universitas Gadjah Mada Jamhari

mengatakan, sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e- RDKK) penerimaan pupuk subsidi serta Kartu Tani yang diterapkan Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai sanggup tingkatkan ketapatan sasaran penyaluran.

Sistem tersebut dirasa pas buat mengevaluasi distribusi pupuk bersubsidi setiap tahunnya sekaligus meminimalisir penyelewengan.

Jamhari menilai, dengan sistem elektronik pula dapat meminimalisasi informasi ganda penerima dorongan pupuk bersubsidi. Ia memperhitungkan wajar, apabila Kementan masih mengacu informasi no induk kependudukan (NIK) serta e-KTP buat penerimaan pupuk bersubsidi.

"Karena (validasi) kebenaran data NIK serta e-KTP itu kan terdapat pada lembaga lain," ujar Jamhari

Jadi setelah mengetahui manfaat kartu tani, simak berita menarik lainnya di VOI, saatnya merevolusi pemberitaan!