Bagikan:

SURABAYA - Polrestabes Surabaya mengungkap motif Gregorius Ronald Tannur menganiaya Dini Sera Afrianti hingga berujung kematian lantaran sakit hati. Namun, polisi tak menjelaskan pemicu sakit hati Ronald Tannur.

"Motifnya lantaran Ronald sakit hati terhadap korban, dan Ronald juga terkontaminasi alkohol. Keduanya sempat cekcok di dalam lift usai keluar dari Blackhole KTV," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono, Rabu, 11 Oktober.

Hendro tak menjelaskan motif sakit hati karena dipicu cinta segitiga atau karena Dini diduga tengah hamil dua bulan. Hendro hanya menyebut Ronald sempat ditampar oleh Dini, sehingga melakukan respons dengan melakukan penganiayaan.

"Ada adegan Dini menampar Ronald saat di dalam lift. Ditampar, baru dia (Ronald) melakukan respons, respons itu luas," katanya.

Dalam rekonstruksi Selasa, 10 Oktober, lanjut Hendro, pihaknya melakukan 60 adegan di lima titik. Mulai dari Blackhole KTV, lift, parkiran basement, apartemen dan National Hospital.

Ada fakta baru yang ditemukan saat mereka berdua berada di dalam lift. Fakta tersebut berupa kekerasan dengan memukul korban menggunakan botol minuman, yang diperagakan saat rekonstruksi.

"Kemudian saat di basement ada si pelaku melihat korban berada di sisi kendaraan yang sedang duduk, mengajak masuk ke dalam kemudi kendaraan, mengajak korban pulang. Namun tidak ada kata awas dari pelaku, yang mana kemungkinan kalau dia gerakkan kendaraan dapat melukai korban," ujarnya.