Presiden Putin Sebut Ada Serpihan Granat di Pesawat Bos Wagner Prigozhin, Ungkap Temuan 5 Kg Kokain
Karangan bunga di depan markas PMC Wagner Center, St. Petersburg, Rusia. (Wikimedia Commons/FITY CC)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengutip hasil tim investigasi negara mengatakan, pesawat yang membawa pendiri tentara bayaran Grup Wagner Yevgeny Prigozhin tidak mengalami benturan eksternal sebelum jatuh, dalam kecelakaan yang menewaskan seluruh awak dan penumpang pesawat.

"Saya tahu, mungkin ada pertanyaan yang ingin ditanyakan tentang apa yang terjadi pada pimpinan perusahaan. Kami tahu tentang kecelakaan pesawat itu. Kepala Komite Investigasi telah memberi penjelasan kepada saya beberapa hari yang lalu," jelas Presiden Putin, melansir TASS 6 Oktober.

"Pecahan granat tangan ditemukan di tubuh mereka yang tewas dalam kecelakaan itu. Tidak ada dampak eksternal pada pesawat, dan ini adalah fakta yang sudah teruji, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Komite Investigasi Rusia," terang Presiden Putin.

Lebih jauh diterangkannya, mayat-mayat tersebut sayangnya tidak menjalani tes alkohol dan obat-obatan, meskipun tes tersebut seharusnya dilakukan.

"Penyelidikan sedang berlangsung, tetapi, sayangnya, tidak ada tes yang dilakukan untuk menentukan apakah ada alkohol atau obat-obatan dalam darah para korban," kata Presiden Putin.

"Namun, kita semua tahu, setelah kejadian yang Anda ketahui, FSB (Dinas Keamanan Federal) menemukan lima kilogram kokain di kantor perusahaan (Grup Wagner) di St. Peterburg, bersama dengan sepuluh miliar rubel," ungkap Presiden Putin.

"Menurut pendapat saya, tes semacam ini seharusnya dilakukan, tetapi ternyata tidak," tambahnya.

Presiden putin menyebut dirinya telah berkomunikasi dengan ketua Komite Investigasi Rusia, memastikan Ia mendapat izin untuk berbagai informasi tersebut di depan umum.

Diketahui, jet pribadi Embraer yang ditumpangi Prigozhin menuju St. Petersburg jatuh di utara Moskow pada 23 Agustus lalu. Sepuluh orang yang berada di dalamnya tewas, termasuk Prigozhin, dua pejabat Wagner, empat pengawal Prigozhin dan tiga awak pesawat, seperti dikutip dari Reuters.