Mempertanyakan Alasan Kemenhan Beli Jet Tempur Bekas
Ilustrasi Jet tempur F-16 (Wikimedia Commons/SHAPE NATO)

Bagikan:

YOGYAKARTA – Masyarakat menyoroti keputusan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI yang lebih memilih membeli jet tempur bekas Mirage 2000-5 dari Qatar. Lalu apa alasan Kemenhan beli jet tempur bekas itu?

Alasan Kemenhan Beli Jet Tempur Bekas

Sebelumnya Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sudah menandatangani kontrak pembelian jet tempur Mirage 2000-5 bekas. Diberitakan Reuter, Rabu 14 Juni, jumlah pesawat jet tempur bekas mencapai 12 unit dengan total nilai 792 juta dollar Amerika Serikat atau kurang lebih Rp12 triliun (Kurs Rp 14.800 per USD).

Pembelian sendiri dilakukan lewat agensi perdagangan yakni Excalibur International a.s, perusahaan alutsista Czechoslovak Group (CSG) yang berasal dari Ceko. Dikatakan bahwa penandatanganan kontrak dilakukan pada bulan Januari 2023. Pengiriman pesawat sendiri akan dilakukan dalam jangka waktu 24 bulan terhitung dari tanggal penandatanganan kontrak.

Terkait alasan pembelian jet tempur berkas, Kepala Biro Humas Kemhan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha menjelaskan bahwa hal itu harus dilakukan demi menambal penurunan alat militer milik TNI AU.

“Indonesia membutuhkan jet tempur yang dapat dikirimkan dengan cepat untuk menutupi penurunan kesiapan tempur armada TNI AU,” kata Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha yang merupakan Juru Bicara Kemhan.

Belum ada informasi lebih lanjut berapa usia jet tempur bekas yang dibeli Indonesia dari Qatar. Namun dalam perjanjian, pembelian disertai pula dengan layanan perawatan sekaligus pelatihan pilot selama tiga tahun. Nantinya pesawat akan digunakan di Skadron Udara (Skadud) 1 Lanud Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Patut diketahui bahwa Mirage 2000-5 adalah pesawat temput yang diproduksi oleh Dassault Aviation, Prancis. Proses produksi sudah dilakukan sejak 1970-an.

Dikutip dari berbagai sumber, Mirage 2000 adalah jet tempur supersonik dengan mesin tinggal, sayap delta, dan menjadi jet tempur generasi keempat produksi Dassault Aviation. Pesawat tersebut termasuk pesawat tempur ringan dengan laju maksimal mencapai lebih dari 2,333 km per jam di high altitude, sedangkan pada low atitude pesawat mampu mencapai 1,110 km per jam.

Mirage 2000 memiliki panjang 14,36 meter dengan tinggi 5,20 meter. Dalam keadaan kosong bobot pesawat hanya 7.500 kilogram. Sedangkan berat maksimal ketika lepas landas mencapai 17.000 kilogram.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan senjata lengkap berupa 2 senjata api ukuran 30 mm (1,18 in) DEFA 554 revolver cannon, 125 rounds per gun. Tak hanya itu, pesawat juga dilengkapi dengan 2 jenis rudal yakni air-to-air missiles dan air-to-surface missiles. Pesawat juga memiliki 9 jenis bom Mk.82.

Nantinya, dari 12 unit pesawat yang dibeli Indonesia, 9 di antaranya memiliki kursi pilot tunggal dan 3 lainnya memiliki kursi ganda.

Negara Qatar sendiri sudah memiliki Mirage 2000-5 sejak 1997. Artinya usia pesawat diperkirakan berusia tahun. Di sisi lain Dassault Aviation yang merupakan produsen pesawat pertama kali meluncurkan pesawat tersebut tahun 1967.

Itulah informasi terkait alasan Kemenhan beli jet tempur bekas. Kunjungi VOI.ID untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.