Bagikan:

JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menyindir kepala desa (kades) yang mencari poling suara dengan menggunakan hartanya.

Megawati mengaku telah menemukan fakta-fakta di lapangan terakit pemilihan kepala desa. Baginya, banyak masyarakat benar-benar memilih bukan karena pilihan, tapi karena harta si calon banyak.

"Kalau lagi mau ada pemilihan (kades), ibu suka nongkrong, pengin tahu. Eh yang dipilih siapa,” kata Megawati di GBK, 19 Maret.

“Saya tahu loh. Benar atau tidak? Kurang banyak yang teriak, hayo? Sudah berhentilah, jangan dilakukan itu,” ucapnya

Menurutnya, untuk menjadi kepala desa itu harus menjadi pemimpin yang benar-benar dicintai rakayatnya agar bisa mewujudkan mimpi membangun desa menjadi lebih baik.

“Karena saya selalu bilang, kamu itu harus dicintai dan mencintai rakyat,” tutupnya.

Sebagai informasi, residen ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan sejumlah tokoh menghadiri acara peringatan sembilan tahun UUD Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa atau UU Desa di Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 19 Maret.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah tokoh lainnya yang hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Abdullah Azwar Anas, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Kehadiran Megawati yang juga merupakan Ketua Dewan Pengarah BPIP itu, disambut meriah oleh ribuan kepala desa dari seluruh Indonesia yang menghadiri kegiatan tersebut.

Atas sambutan itu, Megawati memberikan salam kepada para kepala desa dengan melambaikan tangan dari atas panggung.