Heboh Soal Kaesang Di-<i>endorse</i> PGN, Manajemen: Kami Tidak Kerja Sama Apapun
Anak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep. (Foto: Instagram @kaesangp)

Bagikan:

JAKARTA - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep belakangan ini semakin sering merekomendasikan saham perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Hal ini menimbulkan pertanyaan publik, apakah Kaesang di-endorse perusahaan bersandi saham PGAS tersebut?

Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), PGN memberikan tanggapannya. Manajemen menindaklanjuti Surat Bursa Efek Indonesia Nomor : S-00059/BEI.PP2/01-2021 tanggal 5 Januari 2021 perihal Permintaan Penjelasan atas Pemberitaan di Media Massa terkait dengan pemberitaan yang menyebut-nyebut ada hubungan antara Kaesang dengan PGN.

"PGN maupun grup perseroan beserta afiliasi tidak pernah dan saat ini tidak memiliki kerjasama endorsement dengan figur publik yang disebutkan pada pemberitaan," ujar Corporate Secretary PGN, Rachmat Hutama dalam keterangan yang dikutip, Kamis 7 Januari.

"Figur publik tersebut juga tidak memiliki afiliasi dengan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan," imbuh Rachmat.

Sebelumnya, Kaesang juga sering merekomendasikan saham PT Aneka Tambang di akun Twitter pribadinya, @kaesangp. Setali tiga uang dengan PGN, pihak Antam melalui SVP Corporate Secretary-nya Kunto Hendrapawoko membantah bahwa perseroan meng-endorse Kaesang untuk mempromosikan saham Antam.

"Dapat disampaikan bahwa Antam tidak melakukan endorsement terhadap siapa pun untuk promosi saham perusahaan. Kami sangat mengapresiasi positif respons masyarakat terhadap saham Antam seiring dengan membaiknya outlook perekonomian dan bursa di awal tahun 2021 ini," katanya, saat dihubungi VOI, di Jakarta, Selasa, 5 Januari.

Lebih lanjut, Kunto berujar, Antam senantiasa akan berfokus pada optimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas utama nikel, emas dan bauksit di tahun 2021 melalui penerapan protokol kesehatan yang konsisten.

"Di tahun 2021, Antam juga terus meningkatkan nilai tambah produk, serta melaksanakan implementasi kebijakan strategis terkait pengelolaan biaya yang tepat dan efisien sejalan dengan situasi pandemi COVID-19 untuk dapat terus mencatatkan kinerja positif sehingga dapat memberikan imbal balik yang optimal bagi para stakeholder dan shareholder," ucapnya.