Relawan Calon Bupati Petahana Luwu Utara Indah yang Unggul di Pilkada Diteror, 2 Mobil Dibakar
Mobil relawan calon bupati petahana Luwu Utara Indah Putri Indriani (DOK. Kepolisian)

Bagikan:

LUWU UTARA - Polisi menyelidiki teror terhadap relawan calon bupati Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang juga petahana Indah Putri Indriani. 2 mobil relawan, ada juga teror yang menyasar ke rumah relawan Indah.

Teror ini terjadi Jumat, 11 Desember dini hari di Desa Patoloan, Kecamatan Bone-bone Kabupaten Luwu Utara. Teror ini diselidiki polisi.

"Terjadi sekitar jam 02.00 WITA telah terjadi pembakaran 1 unit rumah dan 2 unit mobil yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal," kata Kasubag Humas Polres Luwu Utara Iptu Abdul Latif, dihubungi VOI, Jumat, 11 Desember.

Lokasi teror berada di tiga titik dengan waktu yang hampir bersamaan. Korban berinisial P (55) mengalami kerugian karena mobilnya dibakar orang tak dikenal.

"Korban F (56) kerugian satu unit mobil Toyota avanza warna putih terbakar,” kata Iptu Abdul Latif menyebut korban kedua dari teror.

Sementara korban M (45) diteror dengan lemparan benda sehingga atap kanopi teras rumah terbakar.

"Tindakan yang diambil kepolisian saat ini, mendatangi TKP (tempat kejadian perkara), mencari barang bukti, mengumpulkan keterangan saksi," ujar Iptu Abdul Latif.

Atas peristiwa ini, calon bupati petahana Luwu Utara Indah Putri Indriani mengecam teror terhadap relawannya. 

"Saya pikir tahapan  sudah selesai, tinggal menunggu hasil resmi dari KPU. Tapi rupanya masih ada pihak-pihak yang tidak puas lalu menggunakan cara-cara tidak terpuji, mereka melakukan kekerasan dan teror dengan menyerang dan membakar. Relawan BISA (Bersama Indah Suaib) yang dijadikan sasaran," kata Indah.

Indah mendesak agar  kepolisian mengusut tuntas otak di balik teror pembakaran mobil yang menimpa relawannya.

"Sungguh, ini tindakan keterlaluan, saya minta aparat keamanan untuk diusut tuntas. Pihak kepolisian harus segera tangkap pelaku dan otak di baliknya, agar kejadian serupa atau lebih terulang," sambung Indah.