Bagikan:

YOGYAKARTA – Sebanyak lima orang tokoh dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, salah satunya HR Soeharto. Lalu, siapa HR Soeharto yang dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia?

Siapa HR Soeharto?

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganugerahi gelar Pahlawa Nasional kepada lima orang tokoh. Penganugerahan tersebut digelar di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 7 November. Penyematan sendiri dilakukan melalui Keputusan Presiden Nomor 96 TK Tahun 2022.

Dari kelima tokoh yang dietapkan sebagai Pahlawan Nasional, salah satunya bernama Haji Raden Soeharto Sastrosoeyoso atau HR Soeharto.

HR Soeharto adalah seorang dokter yang juga dekat dengan Presiden Soekarno. Ia lahir pada tanggal 24 Desember 1908 di Desa Tegalgondo, Klaten, Jawa Tengah. ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara.

Latar belakang orang tua HR Soeharto adalah pamongpraja. Dikutip dari pkbi.or.id, dr. Soeharto kemudian menikah dengan Ibu Sinta Kaliente yang kala itu dikenal sebagai penulis sekaligus guru. Dari pernikahan tersebut, HR Seoharto dikaruniai enam orang anak.

Dalam menempuh pendidikan di bidang kedokteran, HR Soeharto mengandalkan beasiswa hingga berhasil lulus di pendidikan kedoteran pada 25 Mei 1935 di Jakarta. Setelah itu ia berhasil meraih gelardoktor di tahuhn 1937 dari Faculteit Medica Bataviensis. Saat itu ia mendapat banyak sorotan dari masyarakat hingga pers.

HR Soeharto sempat membuka klinik bersalin pada tahun 1937-1942. Kala itu kliniknya berada di Keramat 128.

Kiprah HR Soeharto

Sebagai seorang dokter, HR Soeharto di masa lalu membantu mengobat para pejuang dan prajurit yang mengalami luka dalam peperangan melawan Belanda dan Jepang. Tak hanya itu, HR Soeharto juga menjadi dokter pribadi Soekarno sejak 1942 hingga tahun 1945. Pertemuan keduanya terjadi saat momen kelahiran Ratna, anak angkat Soekarno.

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa DR. dr. H. R. Soeharto adalah dokter yang turut mendampingi Soekarno, Radjiman Wedyodiningrat, dan Mohammad Hatta ke Dalat, Vietnam. Kala itu rombongan dari Indonesia ingin mencari kepastian tentang kemerdekaan Indonesia.

Setelah Indonesia mendapatkan kepastian kemerdekaan, HR Soeharto dipercaya oleh Presiden Soekarno untuk ikut bergabung dalam pemerintahan. Ia bahkan sempat menjabat sebagai Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Kepala Bappenas di Kabinet Soekarno.

Dari sekian banyak jabatan yang diemban, salah satu jasa HR Soeharto adalah menjadi penggiat gerakan Keluarga Berencana (KB) di Indonesia.

Setelah kemerdekaan Indonesia, kala itu tingkat kehamilan dan kelahiran di Indonesia makin tinggi. Sayangnya hal tersebut tidak diimbangi dengan akses kesehatan yang memadai serta kurangnya pengetahuan kesehatan di tengah masyarakat. Kondisi tersebut berujung pada naiknya angka kematian ibu dan bayi.

Menanggapi fenomena tersebut, pada tahun 1953, sekelompok pekerja kesehatan mulai menginisiasi program Keluarga Berencana (KB). Salah satu pemrakarsanya adalah HR Soeharto yang juga berjasa dalam pembentukan PKBI atau Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia.

Tak hanya itu, HR Soeharto juga menjadi salah satu penggagas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang berdiri pada 24 Oktober 1950. Dikutip dari idibekasikota.org, kata “Ikatan” sendiri diusulkan secara langsung oleh HR Soeharto.

HR Soeharto sendiri meninggal pada tahun 2000. Di kampung halamannya, nama DR. R Soeharto diabadikan sebagai nama jalan di ruas Gebyok-Jimbung. Selain itu IDI mengabadikan nama Dr. R. Soeharto menjadi nama gedung IDI.

Selain terkait siapa HR Soeharto, dapatkan informasi menarik lain di VOI.ID.