Jelang Pengumuman Capres 2024, Akan Ada Pertemuan Antara Mega, Jokowi dan Ketum Parpol
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah)/FOTO: Wardhany Tsa Tsia-VOI

Bagikan:

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bicara soal momentum pengumuman calon presiden (Capres) 2024 dari partainya.

Menurut Hasto, momentum tersebut akan diawali dengan pertemuan secara khusus antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi beserta para ketua umum partai politik yang akan bergabung dengan koalisi.

Hal ini dikatakan Hasto mengingat momentum Pilpres 2019 lalu, Megawati bertemu dengan Jokowi untuk berdialog panjang perihal Capres dan Cawapres.

"Nanti juga sama, akan ada pertemuan-pertemuan yang intens antara Ibu Mega, Pak Jokowi. Kemudian pertemuan dengan para ketua umum yang akan bersama-sama membangun kerja sama," ujar Hasto kepada wartawan di sela-sela acara pembekalan kader baru di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Minggu, 30 Oktober.

Namun demikian, Hasto menegaskan bahwa momentum pertemuan itu akan dilakukan setelah mengatasi berbagai persoalan ekonomi bangsa. Sebab, kata dia, dalam beberapa kali sambutan Presiden Jokowi dan Megawati menyampaikan bahwa di 2023 bangsa Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi yang besar.

Juga berkaitan dengan perang besar antara Rusia dan Ukraina dan terjadinya krisis pupuk, pangan dan energi di sejumlah negara di dunia. Kemudian dengan menguatnya Presiden China Xi Jinping terhadap persoalan Taiwan. Di mana sebelumnya, secara gencar Amerika Serikat membekap penuh Taiwan yang juga akan menimbulkan persolan-persoalan geopolitik.



"Sehingga situasi eksternal global itu sangat volatil dan kemudian penuh ancaman yang makin destruktif yang menggangu kemanan global," jelas Hasto.

Sementara, tambahnya, tantangan di dalam negeri saat ini adalah berjuang mengatasi berbagai tekanan dan persiapan menggelar G20 dan kepemimpinan Indonesia di ASEAN.

"Hal-hal itu yang harus kita lakukan dulu supaya energi bangsa ini betul-betul terkonsentrasi pada tugas kita yang telah dipercaya dunia internasional untuk menjadi pemimpin G20, itu yang seharusnya jadi fokus kita," kata Hasto.