Pingsan karena Mabuk, Pria Ini Terbangun dengan Tato Penis di Dahinya
Edward terbangun dengan tato yang tidak diharapkannya (Foto: Daily Star)

Bagikan:

JAKARTA - Seorang pekerja yang pingsan karena mabuk berat terbangun dengan konsisi kepalanya sudah bertato. Ironisnya, selain tulisan "nonce" ada juga gambar penis.

Buruh Edward Murray (34) minum bir dalam jumlah banyak saat berkunjung ke sebuah rumah di Nassington, Northamptonshire. Ia pingsan dan tidak datang lagi ke rumah tersebut selama empat atau lima jam, lapor Daily Mirror.

Edward baru menyadari apa yang terjadi ketika dia naik ke atas dan melihat ke cermin kamar mandi.

"Saya tidak mengerti mengapa saya memiliki tato ini, di tangan saya, di mana-mana," kata Edward.

"Saat itulah saya melihat ke cermin di kamar mandi dan saya bisa melihat kepala saya."

Gambar alat kelamin pria ditato di kulit dahi Edward, bersama dengan kata "nonce" dalam huruf besar di kepalanya.

"Saya tidak bisa membaca atau menulis dan saya tidak tahu apa yang diucapkan. Tapi ketika saya kembali ke bawah, semua orang tertawa dan cekikikan dan memanggil saya 'nonce'," kisahnya lirih.

"Mereka mengira ini lelucon dan mereka bilang mereka mengira saya telah meminta tato ini."

Edward mengatakan dia pikir dia mungkin telah meminta ditato nama pacarnya, Joanne. Tetapi tidak tahu apa yang mereka tulis.

Ia juga mendapat tato 'asal-asalan; di tangannya (Foto: Daily Star)

Dia akhirnya berhasil keluar dari rumah itu dan mendapatkan taksi. Setiba di rumahnya di Peterborough, dia menghubungi polisi.

Sejak peristiwa mengenaskan itu, Edward berhasil menutupi tato di kepalanya dengan gambar tengkorak dan tulang bersilang.

Polisi Northamptonshire mengatakan mereka "sedang menyelidiki sebuah insiden yang terjadi pada 2 September 2020, yang melibatkan seorang pria berusia 30-an yang ditato di luar keinginannya".

Mereka menambahkan: “Tingkat kerusakan yang disebabkan oleh tato ini sangat parah sehingga memerlukan operasi ekstensif untuk memperbaikinya, dan kami berkomitmen untuk membawa pelanggar ke pengadilan."

Dua pria berusia 32 dan 28 telah ditangkap atas dugaan kasus tersebut. Saat ini, keduanya berada dalam jaminan polisi menunggu penyelidikan lebih lanjut.