Bagikan:

JAKARTA - Keterisian tempat tidur di flat isolasi mandiri RSD Wisma Atlet telah mencapai 80 persen. Sehingga, daya tampung pasien isolasi di Tower 5 yang memiliki kapasitas 1.570 tempat tidur menyisakan 20 persen. Angka ini berada di ambang batas kekhawatiran yang diterapkan oleh WHO.

"Untuk yang isolasi mandiri saat ini kurang lebih sudah mencapai 80 persen," kata Kepala Sekretariat Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet, Kolonel Laut RM Tjahja Nurrobi dalam diskusi yang ditayangkan Youtube BNPB Indonesia, Senin, 30 November.

Ada dua penyebab keterpakaian tempat tidur isolasi COVID-19 di Wisma Atlet berada di ambang batas. Pertama, pengelola Wisma Atlet mengalihfungsikan satu tower isolasi yakni Tower 4 menjadi tower perawatan pasien bergejala.

Kemudian, terjadi peningkatan kasus aktif COVID-19 di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Terjadi peningkatan kasus aktif dari yang semula berkisar di angka 12,78 persen menjadi 13,41 persen pada minggu ini.

"Kita melihat adanya tren untuk penambahan jumlah kasus yang kurvanya semakin curam. Dari jumlah ini, kita lihat akan ada percepatan pengisian (tempat tidur isolasi)," ungkap dia.

Karena itu, koordinator RSD Wisma Atlet akan menempatkan beberapa pasien COVID-19 baru dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) di Wisma Atlet Pademangan.

"Kita masih dibantu dengan adanya Wisma Atlet Pademangan, kemudian juga ada beberapa hotel-hotel di yang ditunjuk oleh Dinas Parekraf maupun Dinas Kesehatan DKI, ditambah beberapa penginapan-penginapan," jelasnya.

Sementara, untuk kapasitas perawatan pasien dengan gejala ringan dan sedang di RSD Wisma Atlet masih mencapai 50 persen. Saat ini, mereka ditempatkan di Tower 4, 6 dan 7.