Bareskrim Tak Temukan Bukti Dugaan Konsorsium 303 di Balik Ferdy Sambo dan Brigjen Hendra Kurniawan
Ferdy Sambo menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Selasa 30 Agustus. (Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Mabes Polri buka suara terkait isu Konsorium 303 yang menyeret nama eks Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo dan mantan Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah menjelaskan, dari hasil pendalaman sementara tak menemukan fakta dan indikasi keterlibatan keduanya di lingkaran perjudian tersebut.

"Untuk konsorsium sudah ditanyakan ke Bareskrim sementara hasilnya tidak ada," ujarnya kepada wartawan, Kamis, 29 September.

Isu Konsorsium 303 mulai terdengar usai Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Kala itu muncul diagram yang menampilkan aliran dana kelompok perjudian ke beberapa jenderal polisi, salah satunya Ferdy Sambo.

Sementara dugaan keterlibatan Brigjen Hendra Kurniawan dalam Konsorium 303 mencuat setelah disebut Indonesia Police Watch (IPW) menggunakan jet pribadi untuk terbang mendatangi rumah keluarga Brigadir J di Jambi

Jenderal polisi bintang satu itu diduga memanfaatkan jet pribadi milik salah satu bos perjudian, Robert Prianto Binosusatya alias Bong, untuk menjelaskan kepada pihak keluarga Brigadir J di Jambi saat awal kasus kematian ajudan Ferdy Sambo tersebut.

Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, dugaan itu merupakan salah satu materi pemeriksaan yang dilakukan tim khusus (Timsus) bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan tim Pembinaan dan Pengawasan Profesi (Wabprof) Divpropam Polri.

“Private jet Hendra Kurniawan merupakan bagian dari materi timsus ya, kemudian dari Wabprof ya,” ungkap Dedi, Kamis 22 September.

Sedangkan Robert Priantono Bonosusatya telah membantah soal tudingan keterlibatannya di balik penggunaan jet pribadi itu. Dia bilang pesawat pribadi yang diduga digunakan Brigjen Hendra Kurniawan untuk menuju Jambi bukanlah miliknya.

"Itu tidak benar, tidak ada (kepemilikan jet pribadi, red)," kata Robert.