Gara-gara Hewan Peliharaan Dibunuh, 2 Kelompok Warga di Tolikara Papua Saling Serang dengan Panah
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal/DOK Polda Papua

Bagikan:

JAYAPURA - Polres Tolikara, Papua, menangani kasus pertikaian dua kelompok warga. Peristiwa ini terjadi di Pasar Kuragame Kota Karubaga Kabupaten Tolikara.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan bentrokan dua kelompok berawal dari pengeroyokan terhadap dua orang warga dari Kampung Kimibur. Pengeroyokan ini diduga dilakukan warga dari Kampung Kogome.

Dijelaskan, korban bernama Heri Jikwa dan Nikson Wenda mulanya mengejar pelaku yang membunuh anjing hewan peliharaan milik Heri Jikwa.

“Heri Jikwa, setibanya di Pasar Kuragame korban menanyakan perihal pembunuhan hewan tersebut kepada para pelaku di sekitar pasar. Namun para pelaku yang dalam keadan mabuk, tersinggung dengan pertanyaan korban sehingga langsung melakukan pengeroyokan terhadap kedua korban,” kata Kombes Kamal, Kamis, 29 September.

Tidak terima dengan pengeroyokan yang dilakukan pelaku, Heri Jikwa melapor ke keluarga besar di Kampung Kimibur. Dari sini serangan balasan terjadi ke warga Kampung Kogome.

Massa yang berjumlah 300 orang spontan menyerang Kampung Kimibur dengan cara melepaskan anak panah. Massa juga membakar honai tempat persembunyian pelaku

Selanjutnya masyarakat dari kampung Kimibur balik membalas dengan melepaskan anak panah ke arah massa yang datang menyerang.

Anggota Polres Tolikara dan Brimob BKO Tolikara dipimpin Wakapolres Tolikara berupaya melerai kedua belah pihak. Namun massa tidak terkendali sehingga anggota Polres Tolikara melepaskan tembakan gas air mata ke arah kedua kelompok agar mau membubarkan diri.

Kombes Kamal menjelaskan pertikaian antara kedua kelompok mengakibatkan 4 korban luka dari Kampung Kimibur. Keempat korban langsung dirujuk ke RSUD Wamena untuk mendapat perawatan oleh medis.

“Keempat korban tersebut yakni Soni Wunungga, Openus Wandik, Erik Wandik, Dekinus kogoya. Kini Keempat korban sedang dalam penanganan medis dari RSUD Wamena,” kata Kamal.

Usai bentrokan pada Minggu, 25 September itu, kepolisian melakukan patroli mencegah bentrokan susulan.

“Situasi saat ini terpantau aman dan kondusif, hal ini tak lepas dari kerjasama dan sinergitas bersama untuk menjaga situasi tersebut tetap terjaga dengan baik,” kata Kombes Kamal.

Kepolisian berharap situasi yang kondusif ini dapat terjaga dan stabil sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal. Pihak keamanan akan terus berupaya menjalin komunikasi bersama kedua kubu yang bertikai.

“Sehingga ke depannya komunikasi yang telah dibangun dapat membuahkan hasil baik sehingga kedua kelompok massa dapat bertemu untuk musyawarah dan melakukan perdamaian,” imbuh Kombes Kamal.