Bayi Kembar Siam 2 Kepala 1 Badan Dirujuk ke RSUP dr M. Djamil Padang, Dokter akan Bentuk Tim Khusus
Bayi kembar siam asal Padang Pariaman, Sumbar yang lahir di RSUD dr. Sadikin Kota Pariaman. ANTARA/Istimewa

Bagikan:

PADANG - Bayi kembar siam dengan kondisi dua kepala satu badan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M. Djamil Padang. Proses rujukan guna memberikan perawatan intensif.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sadikin, Anung Respati, mengatakan bayi itu lahir di RSUD dr. Sadikin Kota Pariaman pada Rabu 21 September, harus mendapatkan penanganan intensif sehingga dirujuk.

"Dirujuk karena kami tidak mampu menanganinya, kondisinya tidak stabil, tidak seperti bayi pada umumnya," kata Anung Respati di Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), dikutip dari Antara, Kamis 22 September.

Menurutnya, bayi yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sadikin Kota Pariaman pada Rabu 21 September, harus mendapatkan penanganan intensif sehingga dirujuk.

Diketahui orang tua dari anak tersebut beralamat di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman dengan pekerjaan petani.

Pihaknya berharap dengan mendapatkan penanganan dari tim medis di RSUP dr. M. Djamil maka kondisi anak tersebut lebih baik.

Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) di RSUP M. Djamil Padang, dr. Eny Yantri SpA (K), mengatakan saat ini bayi tersebut mendapatkan bantuan peralatan medis dan perhatian khusus dengan kondisi stabil.

Ia mengatakan, untuk menangani bayi tersebut nantinya pihaknya akan membentuk tim khusus dari berbagai bidang keilmuan.

Wali Nagari Limau Puruik, Afrian mengatakan keluarga orang tua bayi tersebut berasal dari keluarga tidak mampu dan menjadi salah satu keluarga yang menjadi perhatian pihaknya.

Oleh karena itu pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penggalangan dana untuk membantu orang tua bayi tersebut.

Nenek bayi tersebut Suryani (54) mengatakan bayi itu merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Dua saudara dari anak tersebut lahir dan tumbuh normal.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman hingga saat ini tidak dapat dihubungi untuk menanyakan terkait bayi tersebut.