Mengulang Pernyataan Mahfud MD Pengamat Ini Bilang Kasus Polisi Tembak Polisi Pertaruhan Kredibilitas Polri dan Pemerintah
Rumah singgah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa, 12 Juli malam/FOTO: Rizky Sulistio-VOI

Bagikan:

JAKARTA - Pengamat politik dari Indonesia Political Opinion (IPO) Ujang Komarudin mengatakan kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir J di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menjadi pertaruhan kredibilitas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Bahkan menurut Ujang, bukan hanya institusi Polri yang dipertaruhkan. Namun juga Pemerintahan Jokowi jika Polri gagal mengungkap kasus tersebut secara transparan. 

"Pertaruhan bukan hanya institusi Polri tapi pemerintahan Jokowi. Jadi kalau tidak bisa diselesaikan transparan, terbuka dan aspiratif maka bukan hanya Polri yang institusinya akan hancur tapi juga pemerintah," ujar Ujang di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 15 Juli. 

Pasalnya, lanjut Ujang, Presiden Jokowi sudah memerintahkan agar Polri mengusut tuntas kasus ini. Karena itu, semua elemen harus pula mengawal kasus yang melibatkan petinggi Polri hingga terang benderang. 

"Karena ini terkait antara Polri dan Pemerintah, jadi sudah sewajarnya ketika presiden memerintahkan untuk diselesaikan dan dilanjutkan oleh Pak Listyo untuk membuat timsus," katanya.

"Karena itu kita kawal. Ini momentum perbaikan Polri, kalau nanti direkayasa hasilnya, bukan hanya Polri tapi pemerintah merasakan imbas negatif dari masyarakat," imbuhnya. 

Ujang menambahkan, kasus ini sekaligus menjadi momentum untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara. 

"Kasus ini momentum jaga kepercayaan masyarakat. Makanya kita dorong agar transparan mengungkap itu, kasihan bangsa ini kalau tidak transparan," pungkasnya. 

 

Simak Lagi Kata Mahfud MD

 

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD meminta Polri mengusut tuntas kasus polisi tembak polisi di rumah singgah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo. Kredibilitas Polri hingga pemerintah jadi taruhannya dalam pengusutan kasus ini.

“Kredibilitas Polri dan pemerintah menjadi taruhan dalam kasus ini, sebab dalam lebih dari setahun terakhir, Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik, sesuai hasil berbagai lembagai survei. Kinerja positif pemerintah dikontribusi secara signifikan oleh bidang politik dan keamanan, serta penegakan hukum. Hasil survei terakhir Indikator Politik yang baru diumumkan kemarin misalnya mengatakan begitu,” papar Mahfud MD lewat akun Instagram mohmahfudmd, Rabu, 13 Juli.

Mahfud MD menyebut langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim investigasi gabungan sudah tepat. Kemenko Polhukam ditegaskan Mahfud MD akan mengawalnya.

“Kasus ini memang tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja karena banyak kejanggalan yang muncul dari proses penanganan, maupun penjelasan Polri sendiri yang tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya,” kata Mahfud MD.

“Sebagai Ketua Kompolnas, saya sudah berpesan kepada Sekretaris Kompolnas Benny J. Mamoto untuk aktif menelisik kasus ini guna membantu POLRI membuat perkara menjadi terang,” sambung Mahfud.

Saat ini perkembangan penanganan kasus polisi tembak polisi disebut Mahfud sudah baik.

“Perkembangannya bagus juga karena selain membentuk Tim, Kapolri juga sudah mengumumkan untuk menggandeng Kompolnas dan Komnas HAM guna mengungkap secara terang kasus ini,” kata dia.