Debat Pilkada Solo: Penantang Independen Bajo Tanya ke Gibran Apa itu Milenial, Singgung Budaya Jawa
Debat Pilkada Solo (tangkapan layar Youtube metrotvnews)

Bagikan:

JAKARTA - Pasangan calon wali kota-wakil wali kota jalur independen Surakarta Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo (Bajo) bertanya ke pasangan Gibran Rakabuming Raka-FX Supardjo soal milenial. Apa sih milenial itu?

“Masih sekitar milenial, kita tahu banyak masyarakat Solo tidak hanya milenial tapi dewasa dan orang tua. Yang ingin saya tanyakan bagaimana yang disebut dengan kaum milienal, milenial itu apa,” kata calon wakil wali kota nomor urut 2, Supardjo dalam debat Pilkada Solo yang disiarkan KPU Solo bekerja sama dengan Metro TV, Jumat, 6 November. 

Pertanyaan ini tak dijawab Gibran. Putra Presiden Joko Widodo itu memberi kesempatan kepada calon wakil wali kota Solo, Teguh Prakosa untuk meladeni pertanyaan calon independen Bajo. 

“Jadi kaum milenial ini antara usia 16 -27 tahun. Jadi kalau anak-anak ini lulus SMA-SMK atau bahkan dalam rangka selesai kuliah, ini harus diberi skill, diberi pekerjaan-pekerjaan agar dia tidak ke pergaulan, bebas (dari) narkoba. Ini menjadi tantangan kita semua karena anak milenial menjadi anak bangsa akan tumbuh 10-20 tahun yang akan mendatang,” kata Teguh Prakosa dalam debat Pilkada Solo yang dipandu presenter Metro TV Eva Wondo.

Dari jawaban ini, pasangan independen memberikan tanggapan. Calon wali kota Solo Bagyo Wahyono bicara soal adat istiadat Jawa.

“Kalau menurut Bajo, milenial adalah saat ini bagaimana milenial masih menjunjung etik, budaya, adat istiadat. Sifatnya kita memberikan pelatihan tapi menjunjung etika adab orang timur itu milenial, menjunjung adat istiadat budaya orang Jawa,” kata Bagyo dalam debat Pilkada Solo.