Bagikan:

PURWAKARTA - Sapi "Si Gejul" milik anggota DPR RI Dedi Mulyadi sempat mengamuk hingga merobohkan rumah warga, saat akan dibawa ke rumah pemotongan hewan untuk disembelih pada momentum Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

"Si Gejul ini sapi raksasa. Ukurannya sangat besar, berbeda dengan sapi lainnya yang ada di kandang," kata Dedi dalam keterangannya di Purwakarta, Senin 11 Juli.

Pada momen Hari Raya Idul Adha tahun ini, Dedi Mulyadi menyembelih sejumlah sapi miliknya. Untuk penyembelihannya dilakukan di rumah pemotongan hewan (RPH) terdekat.

Dedi menceritakan, sebelum dibawa ke RPH, "Si Gejul" diberi kesempatan untuk bertemu dengan Mang Andir yang merupakan penjaga kandang sapi milik Dedi Mulyadi.

Setelah beberapa saat "Si Gejul" pun dibawa keluar kandang oleh enam orang dewasa. Karena badannya yang besar, "Si Gejul" kesulitan untuk melewati jalan dengan undakan dan harus memutar jalan ke yang lebih landai.

Saat melangkah keluar kandang, "Si Gejul" mulai bereaksi karena kemungkinan kaget dengan sorot matahari. Bahkan "Si Gejul" sedikit berontak hingga nyaris menyerang orang yang menariknya keluar kandang.

Sesampainya di mulut gang, sapi tersebut tiba-tiba tak mau bergerak. Sejumlah cara dilakukan, tapi sapi tetap berada di tempat. Tiba-tiba sapi mulai beringas dengan bergerak tak karuan hingga menabrak pagar rumah warga.

Alhasil pagar besi tersebut roboh setelah ditabrak oleh "Si Gejul".

Setelah sekian lama akhirnya Si Gejul bisa dibawa ke truk untuk selanjutnya menuju RPH.

Sementara itu, salah satu tradisi yang terus digaungkan Dedi Mulyadi ialah membagikan daging hewan kurban tanpa menggunakan plastik. Sejak lama Dedi memilih daun jati sebagai bungkus paket daging kurban.

Setelah dibungkus oleh daun jati, paket daging tersebut kemudian dimasukkan ke keranjang bambu yang biasa digunakan oleh pedagang tahu sumedang.

Dengan menggunakan daun jati, daging lebih aman dari bahaya plastik. Tak hanya itu penggunaan keranjang bambu juga membuat paket daging semakin estetik.