Gara-gara Perang, Pasangan Rusia-Ukraina Ini Harus Menikah di Turki
Ilustrasi dampak serangan Rusia di Ukraina. (Wikimedia Commons/dsns.gov.ua/State Emergency Service of Ukraine)

Bagikan:

JAKARTA - Berpakaian santai dan dengan senyum di wajah mereka, Andrii Polytskyi dan Tatiana Ianchenko tidak berbeda dengan ribuan turis yang mengunjungi Provinsi Antalya, Turki setiap tahun.

Tetapi, kisah mereka dan tujuan kunjungan mereka menyoroti bagaimana perang dapat mengubah bahkan rencana pernikahan yang sederhana.

Polytksyi, seorang pria berusia 30 tahun dari Ukraina, bertemu dengan Ianchenko, 27, dari Rusia sebelum perang mulai berkecamuk di Ukraina, meningkatkan ketegangan antara kedua negara mereka ke titik tertinggi sepanjang masa.

Semula, keduanya berencana untuk menikah di Ukraina. Tetapi, konflik yang pecah pada Bulan Februari, memaksa mereka untuk berpikir ulang. Polytskyi, yang bekerja di Polandia, dan Ianchenko, datang dengan ide lokasi untuk pernikahan mereka: Kemer, sebuah resor liburan di Antalya, sangat populer di kalangan turis dari negara mereka.

Rencana pernikahan mereka di Antalya bukannya tanpa rintangan. Ketika mereka berdua gagal menerima dokumen yang diperlukan untuk pernikahan dari konsulat negara mereka di provinsi tersebut, mereka harus pergi ke ibu kota Ankara, untuk mengajukan permohonan ke kedutaan mereka.

Akhirnya, pada Hari Jumat, pasangan itu berhasil meresmikan pernikahan mereka di Kemer. Dalam upacara pernikahan sederhana dengan beberapa teman, mereka mengikat simpul dengan menjawab "Saya bersedia" dalam bahasa Turki untuk pertanyaan Wali Kota Kemer Necati Topalo─člu, yang meresmikan pernikahan.

Rencananya, pasangan tersebut akan menghabiskan bulan madu mereka di Kemer, sebelum membuat keputusan akhir di negara mana mereka akan tinggal.

"Kami saling mencintai dan merasa bahagia dan beruntung menikah di sini. Saya mencintainya tidak peduli apa yang terjadi di antara negara kita. Cinta akan menang pada akhirnya," kata Ianchenko kepada Demirören News Agency (DHA) setelah pernikahan, seperti mengutip Daily Sabah 27 Mei.

Polytskyi mengatakan, dia tidak peduli dari mana istrinya berasal selama mereka saling mencintai.

"Saya berharap perang akan segera berakhir dan kami akan melakukan perjalanan bersama ke Ukraina dan Rusia," tukasnya.

"Anda melihat bahwa seorang warga negara Ukraina dan Rusia menikah di sini hari ini. Ini menunjukkan bahwa orang-orang di negara-negara itu tidak menginginkan perang. Saya harap mereka memberi contoh dan kedua negara berhenti saling bertarung," doa Wali Kota Topaloglu.