Pesan Menag Yaqut ke Petugas Haji: Jangan Kecewakan Mereka!
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (dua dari kiri) didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto (dua kanan) membuka Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haj/ Antara

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan para petugas haji agar tidak mengecewakan para jemaah yang menjadi tamu di Baitullah pada musim haji 1443 H/2022 M dengan memberikan pelayanan yang terbaik.

"Haji tahun ini adalah pertama kali jemaah dari luar Saudi Arabia bisa berhaji setelah dua tahun pandemi. Jangan kecewakan para tamu Allah," kata dia saat membuka Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1443H/2022M di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 18 Mei.

Dia mengatakan sebagai petugas ada tiga aspek penyelenggaraan haji yang harus dipegang teguh, yaitu pembinaan, pelayanan, dan perlindungan jemaah. Ketiganya harus mampu dilaksanakan oleh jamaah secara optimal.

"Pesan saya, jangan kecewakan mereka. Jadikan ibadah haji mereka tahun ini sebagai pengalaman terbaik mereka. Jadikan diri kita sebagai supporting system untuk membantu para calon jemaah haji mencapai kepuasan maksimal dan mampu menjadi haji yang mabrur. Lakukan ini semaksimal mungkin," katanya.

Menag yang akrab disapa Gus Yaqut itu, juga mengingatkan para petugas tidak membedakan pelayanan bagi haji khusus atau haji reguler.

"Selama dia warga negara Indonesia, pelayanan harus sama. Petugas tidak hanya dituntut punya kemampuan tapi juga kemauan bahwa petugas disini untuk memberikan pelayanan," ucap dia.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief menambahkan tahun ini 1.901 petugas akan melayani 100.051 anggota jemaah haji selama di Arab Saudi. Para petugas ini terdiri atas PPIH Kloter, PPIH Arab Saudi, petugas yang merupakan mahasiswa di Timur Tengah, dan pengawas.

Ia mengatakan pelaksanaan haji tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena persiapan yang dilakukan singkat, sekitar 37 hari, setelah penetapan kuota haji oleh Arab Saudi.

Tahun ini, jumlah anggota jamaah dan petugas berkurang dibandingkan dengan pada 2019 namun ada tugas tambahan yaitu penambahan makan anggota jamaah dari dua kali menjadi tiga kali makan selama di Arab Saudi.

"Waktunya singkat sekali jadi harus kerja ekstra, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Meski jamaahnya berkurang tapi ini tidak mengurangi persiapan kita baik akomodasi, transportasi, konsumsi dan lainnya," ujar Hilman.