114 Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Bireun akan Dipindahkan ke Lhokseumawe
Sebanyak 114 warga Rohingya yang terdampar di pantai Kuala Raja, Desa Alue Buya Pasie ditempatkan di salah satu mushala desa setempat. (6/3/2022). ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Bagikan:

BANDA ACEH - Sebanyak 114 pengungsi Rohingya yang terdampar pada Minggu, 6 Maret, saat ini ditempatkan di Desa Alue Buya Pasie Kecamatan Jangka segera, Aceh akan dipindahkan. Mereka akan dipindahkan ke Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe.

"Para pengungsi Rohingya nantinya akan dibawa ke Lhokseumawe, direncanakan seperti itu, ini kita sedang koordinasi," kata Bupati Bireuen Muzakkar A Gani, di Banda Aceh, dilansir Antara, Senin, 7 Maret.

Muzakkar mengatakan, sampai dengan hari ini para pengungsi Rohingya tersebut masih berada di tempat penampungan sementara di wilayah Desa Alue Buya Pasie, sampai adanya hasil koordinasi nantinya.

"Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Bireuen telah memberikan mereka bantuan masa panik berupa makanan serta kebutuhan lainnya," ujarnya.

Sampai saat ini, kata Muzakkar, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh hingga Pemerintah Pusat terkait kepastian penempatan mereka. Apalagi pengalaman Rohingya sebelumnya juga dibawa ke Lhokseumawe.

"Ini juga terus kita koordinasi dengan Pemerintah Lhokseumawe, provinsi dan kementerian, karena di Lhokseumawe memang ada tempat karantina pengungsi Rohingya," kata politikus Demokrat itu.


Muzakkar menambahkan, bahwa sampai hari ini para pengungsi tersebut dalam keadaan sehat-sehat saja dan selalu dalam pemantauan tim di lapangan.

Seperti diketahui, sebanyak 114 warga etnis Rohingya kembali terdampar di wilayah pantai Kuala Raja Desa Alue Buya Pasie Kecamatan Jangka Kabupaten Bireuen, Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Setelah mendarat, para pengungsi ditempatkan di salah satu mushala oleh masyarakat setempat. Dari 114 warga Rohingya tersebut terdapat 68 pria dewasa dan 21 perempuan dewasa serta 35 anak-anak.