Utusan Inggris Kritik Pembatasan Perjalanan Baru yang Diberlakukan Pemerintah Afghanistan Taliban
Ilustrasi evakuasi warga Afghanistan. (Twitter/@DeptofDefense)

Bagikan:

JAKARTA - Pengumuman Pemerintah Taliban akan membatasi warga Afghanistan meninggalkan negara itu dalam beberapa keadaan, mengundang kritik dari Utusan Inggris, di tengah kekhawatiran mereka dapat menghambat upaya evakuasi yang berkelanjutan.

Juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan pada Hari Minggu, warga Afghanistan tidak akan diizinkan meninggalkan negara itu kecuali mereka memiliki tujuan yang jelas. Dan, perempuan tidak dapat bepergian ke luar negeri untuk belajar tanpa wali laki-laki.

Hugo Shorter, Kuasa Usaha Inggris untuk Afghanistan, mengatakan dalam unggahan di Twitter, dia telah melihat pernyataan Taliban tentang perubahan perjalanan.

"Ini akan menjadi pembatasan yang tidak dapat diterima pada kebebasan bergerak," kata Shorter, melansir The National News 1 Maret.

"Saya meminta Taliban untuk segera mengklarifikasi pernyataan mereka," sambung Shorter.

Tidak segera jelas apakah rencana itu akan menghambat pekerjaan oleh pemerintah dan organisasi internasional, untuk memindahkan ribuan warga Afghanistan yang telah bekerja dengan kedutaan besar asing, militer dan proyek. Dan memenuhi syarat untuk suaka di negara-negara barat tetapi masih di Afghanistan.

"Kami tidak akan mengizinkan warga Afghanistan meninggalkan negara itu kecuali tujuan mereka diketahui," ujar Mujahid.

Dia mengatakan, pembatasan perjalanan akan berlaku untuk warga Afghanistan yang bekerja dengan NATO dan pasukan Amerika, tetapi tidak merinci dalam keadaan apa, jika ada, mereka dapat pergi.

Mujahid menyalahkan kondisi buruk di negara-negara di mana beberapa warga Afghanistan ditahan, sementara visa mereka diproses setelah ribuan orang dipindahkan, kadang-kadang tanpa visa final, dengan menarik pasukan asing setelah pengambilalihan Taliban pada Agustus.

Untuk diketahui, penerbangan evakuasi reguler yang diselenggarakan oleh AS melalui Qatar sebagian besar dihentikan pada Bulan Desember, karena ketidaksepakatan oleh pemerintahan Taliban tentang siapa yang boleh naik, ujar sumber kepada Reuters.

Sementara, Departemen Luar Negeri AS tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang pembatasan terbaru Taliban dan apakah itu akan mempengaruhi rencana evakuasinya.