Pemprov DKI yang Optimis Vs DPRD yang Pesimis Soal Formula E
Lokasi Formula E/Foto: VOI

Bagikan:

JAKARTA - Terungkap bahwa Formula E sampai saat ini belum mendapat kepastian sponsor. Hal ini membuat DPRD DKI ragu ajang balap mobil listrik ini bisa digelar dengan lancar. Namun, Pemprov DKI masih yakin mereka mampu menjalankannya.

Komisi B DPRD DKI pada Senin, 24 Januari, mencecar BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) terkait rencana penyelenggaraan Formula E yang dilaksanakan lima bulan lagi. Dalam rapat komisi ini, terungkap Jakpro belum memegang dana pembangunan sirkuit Formula E yang dikabarkan berasal dari sponsor.

Awalnya, DPRD bertanya soal rencana yang akan dilakukan Jakpro untuk menutup kebutuhan biaya penyelenggaraan. Managing Director Formula E Jakpro, Gunung Kartiko menjawab, dana ini akan didapatkan dari pihak sponsor.

Namun, Gunung mengaku bahwa saat ini dana sponsor untuk menutupi kekurangan biaya gelaran Formula E belum masuk. Kata dia, belum ada perjanjian sponsorship yang sudah dilakukan secara resmi.

"Kita akan tutup rencananya dari sponsorship dan partnership. Jadi, sponsorship belum secara resmi kita open. Tapi, secara verbal secara pendekatan networking yang berminat, walaupun belum bisa kita declare (umumkan) di sini, karena belum ada hitam di atas putih," jelas Gunung.

Anggata Komisi B DPRD DKI Manuarai Siahaan menanggapi penjelasan Gunung. Ia mengaku heran karena ternyata belum ada dana yang didapatkan dari pihak sponsor. Padahal, dana tersebut dibutuhkan untuk membayar kontrak pengerjaan sirkuit kepada perusahaan pemenang tender.

Gunung menjawab, untuk sementara ini, Jakpro memiliki dana talangan sebesar Rp50 miliar yang bersumber dari dana korporasi mereka. "Jadi, dana korporasi ada secara cash," ucap Gunung.

Diragukan DPRD

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi pesimis Formula E bisa digelar saat waktu pelaksanaan tinggal empat bulan, sponsor belum masuk, tender belum diputuskan, dan sirkuit belum dibangun.

Sebagai Ketua Dewan Penasihat Sirkuit Mandalika untuk MotoGP, Prasetyo memandang pembangunan sirkuit dari bulan Februari hingga April seperti target BUMD PT Jakarta Propertindo tak rasional.

"Saya ini Advisor Consultan Mandalika, saya tahu. Buat trek balap bukan kayak buat lintasan tamiya. Gak rasional dengan 3 bulan dibangun. Rasionalnya 2 tahun bos. Harus yang matang," ungkap Prasetyo.


Optimisme Pemprov DKI

Direktur Utama BUMD PT Jakarta Propertindo mengaku optimis pembangunan sirkuit Formula E bisa berjalan tepat waktu pada awal bulan Februari mendatang.

Meskipun, saat ini proses lelang tender pembangunan lintasan ajang balap mobil listrik ini diulang karena sebelumnya dinyatakan gagal.

"Lelang ulang sudah dilakukan di awal minggu ini. Semoga sesuai harapan dan in track sesuai timeline, waktu," kata Widi dalam pesan singkat, Rabu, 26 Januari.

Selama pembangunan sirkuit, Widi menyebut FIA dan FEO selaku pemegang lisensi Formula E juga turut mengawasi secara langsung.

Widi pun memprediksi pengerjaan sirkuit yang berlokasi di kawasan Ancol, Jakarta Utara ini akan selesai pada bulan April mendatang. Sehingga, pada bulan Mei proses uji coba sirkuit bisa dilakukan.

"Insyaallah nanti akan diinspeksi dari Formula E Operation (FEO)," ungkap dia.