BNPB Bantah Klaim Kunjungan ke Israel, Sebut Tidak Menerima Bantuan Selama Pandemi
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto (kemeja putih) meninjau pembangunan huntar dan huntap di kawasan relokasi masyarakat terdampak APG Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (ANTARA/HO-BNPB)

Bagikan:

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membantah kabar adanya kunjungan delegasi dari Indonesia ke Israel, serta bantuan terkait penanggulangan pandemi COVID-19.

Media Israel The Jerusalem Post pada 17 Januari menyebut, delegasi dari Indonesia mengunjungi Israel dalam beberapa hari terakhir, untuk mempelajari penanggulangan COVID-19.

Disebutkan, delegasi tersebut antara lain Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang juga Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Suharyanto. Kunjungan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Radio Angkatan Darat Israel.

"Tidak benar Mas, informasi sepihak, hoaks, Pak Suharyanto tidak pernah ke Israel," jawab Plt. Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, saat dikonfirmasi VOI Selasa 18 Januari.

"Indonesia tidak menerima bantuan apapun dari Israel sejak pandemi," sambungnya.

The Jerusalem Post menyebut pada Oktober 2020, pengusaha yang berbasis di New York Joey Allaham dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyumbangkan 15.000 unit Taffix, semprotan hidung anti-COVID-19 buatan Israel, kepada petugas kesehatan dan personel militer Indonesia.

Media tersebut juga menyebut, kontak antara Israel dan Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar, telah berlangsung, terutama saat Pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump, mencoba meyakinkan Jakarta untuk menormalkan hubungan pada Desember 2020.