Respons Pertemuan Prabowo-Megawati di Istana, Pengamat: Sinyal Koalisi Gerindra-PDIP Masih Jauh
Ilustrasi (Pixabay)

Bagikan:

JAKARTA - Kedekatan Ketua Umun Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri makin terlihat usai pertemuan di Istana, Rabu, 17 November. Namun, sinyal koalisi antara PDIP dan Gerindra untuk Pilpres 2024 dinilai masih sangat jauh.

“Kalau indikator kedekatannya pertemuan di Istana kemarin menjelang pelantikan Panglima ya enggak ke 2024 sinyalnya. Kalau soal kedekatan, mereka kan sebetulnya dekat, sudah lama bersama-sama. Tapi kalau disebut sinyal koalisinya ada atau tidak, saat ini menurut saya masih terlalu jauh,” ujar pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, Selasa, 23 November. 

Sementara soal wacana agar Prabowo berpasangan dengan Ketua DPR Puan Maharani, Hendri menilai kurang tepat. Sebab kata dia, elektabilitas Prabowo belum mumpuni untuk mendorong Puan Maharani.

“Elektabilitasnya (Prabowo) kan cenderung stagnan enggak nambah-nambah. Sementara Mbak Puan perlu orang yang bisa mendorong elektabilitasnya juga. Jadi masih jauh sekali," katanya. 
 
"Dan kebetulan Prabowo kan punya sejarah yang kurang oke dalam perhelatan capres cawapres, lebih sering kalahnya. Jadi mungkin kalaupun dekat antara PDIP dan Gerindra mungkin Pak Prabowo justru akan mendorong Mas Sandi untuk maju gitu,” lanjut Hendri.
 


Meski begitu, Hendri mengatakan, potensi koalisi antara Gerindra dan PDIP tetap ada meskipun peluangnya kecil.

“Berpotensi ada, tapi kecil menurut saya, sinyalnya masih jauh. Mbak Puan untuk menang lebih strategis dengan Anies Baswedan atau didorong Andika atau Ganjar. Sosok baru yang benar-benar bisa membuat PDI Perjuangan guyub dan semangat bertarung di capres dan cawapres,” terangnya.
 
Menurutnya, saat ini lebih baik partai-partai fokus pendekatan ke masyarakat. Sebab, partai akan mulai bergerak untuk mencari partner koalisi pada awal 2023 mendatang. 

“Saat ini pendekatan ke rakyat untuk peningkatan elektabilitas. Nah, ini bisa dilakukan dengan berada di pihak rakyat saat ada kebijakan pemerintah tidak menguntungkan,” kata Hendri. 
 
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengungkapkan, kemungkinan partainya koalisi dengan PDIP untuk Pemilu 2024 sangat terbuka.

"Soal kemungkinan koalisi di 2024 sangat terbuka sekali, PDIP dan Gerindra punya sejarah pertemanan yang panjang," kata Habiburokhman, Minggu, 21 November.