Hari Ini, Presiden Jokowi Anugerahkan Gelar Pahlawan ke 4 Tokoh Nasional, Salah Satunya Usmar Ismail
Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram @jokowi)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joko Widodo akan menganugerahkan gelar pahlawan nasional dan tanda kehormatan kepada empat tokoh nasional. Gelar pahlawan itu diberikan dalam upacara di Istana Negara Jakarta, Rabu, 10 November sekitar pukul 10.00 WIB.
 
Keempat tokoh yang akan diberi gelar itu mulai dari raja hingga sutradara. Keempatnya yakni Tombolututu dari Sulawesi Tengah, Sultan Aji Muhammad Idris dari Kalimantan Timur, Usmar Ismail dari DKI Jakarta, dan Raden Aria Wangsakara dari Banten.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan pemerintah akan memberikan gelar pahlawan kepada empat tokoh dari ratusan nama yang diajukan. 
 
Salah satu tokoh yang akan mendapatkan gelar tersebut adalah Usmar Ismail yang merupakan sutradara film, sastrawan, dan pejuang yang berasal dari Minangkabau.
 

 
Mahfud mengatakan pemberian gelar itu akan dilakukan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada 10 November mendatang atau bertepatan dengan Hari Pahlawan.
 
"Pemerintah dalam hal ini Presiden sudah mengeluarkan keputusan untuk memberi gelar pahlawan kepada empat pejuang yang menginsipirasi untuk membangun Indonesia yang berdaulat dan/atau berjuang untuk memajukan Indonesia," kata Mahfud dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube Kemenko Polhukam RI, Kamis, 28 Oktober.
 
Selain Usmar Ismail, nama lain yang akan mendapatkan gelar pahlawan adalah Tombolututu yang merupakan raja di wilayah Sulawesi Tengah asal Kabupaten Parigi Moutong; Sultan Aji Muhammad Idris yaitu Sultan ke-14 dari Kesultanan Kutai Kartanegara, Kaltim; dan Raden Aria Wangsakara yang merupakan ulama pejuang pendiri wilayah Tangerang.
 
"Itu pahlawan nasional yang akan dianugerahkan secara resmi kepada keluarga para almarhum di Istana Bogor persis pada Hari Pahlawan 10 November," tegas Mahfud.
 
Mahfud mengatakan empat tokoh ini tentunya telah memenuhi kriteria yang berlaku dalam proses pengajuan sebagai pahlawan nasional. Tak hanya itu, mereka juga berasal dari daerah yang sebelumnya belum ada sat upun warganya yang dianugerahi gelar pahlawan.
 
"Kali ini yang menonjol yang diajukan itu ratusan dan semuanya baik-baik. Maka, pemerintah kali ini mengutamakan selain ketokohan ada pemerataan kedaerahan," jelas eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.
 
"Sampai saat ini Sulawesi Tengah belum mempunyai pahlawan nasional kemudian Kalimantan Timur juga belum punya. Kemudian dari Jakarta ada tokoh perfilman dan satu dari Banten. Itu adalah pahlawan nasional tahun ini," pungkasnya.