Deretan Drakor Legendaris dan Paling Berpengaruh bagi Industri Hiburan Korea Selatan
Ilustrasi (Ilham Amin/VOI)

Bagikan:

Lewat artikel perdana, "Akar Sejarah Drama Korea: Invasi dari Panggung Teater Topeng Klasik", kita telah mengulas sejarah panjang drama Korea (drakor), termasuk menelusuri darimana ia berasal. Lanjutan dari Tulisan Seri khas VOI, "Invasi Drama Korea". Mari bernostalgia, melihat kembali judul-judul drama Korea terbaik, yang tak cuma besar, tapi juga penting bagi laju industri.

 

Hari ini kita dibuai oleh drama kehidupan rumah tangga beraroma perselingkuhan. Iya, apa drakor terbaik tentang pelakor (perebut laki orang) kalau bukan The World of the Married. Sebelum The World of the Married, kita dengan hikmat mengikuti kisah dilematis Park Sae-roy (Park Seo-joon) dengan segala konflik dan duka atas kehilangan sang ayah dalam Itaewon Class.

Lebih dulu dari itu, kisah cinta Yoon Se-ri (Son Ye-jin) dan Kapten Ri Jeong-hyeok (Hyun Bin) mengaduk-aduk emosi lewat Crash Landing on You. Bombardir rilisan judul drama Korea (drakor) itu terasa betul beberapa bulan belakangan. Istimewanya, seluruh judul di atas menuai sukses. The World of the Married baru saja memecahkan rekor penonton tertinggi dalam sejarah jaringan televisi Korea Selatan.

Catatan Nielsen Korea Selatan yang dikutip Kompas.com menunjukkan episode ke-14 The World of the Married mencapai rating hingga 24,33 persen secara nasional. Angka itu membawa The World of the Married melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Sky Castle. Drama seri rilisan 2018 itu mencatatkan rating 23,78 persen.

Itaewon Class pun begitu. Judul tersebut mencapai rating tertinggi pada episode terakhir penayangannya pada Sabtu, 21 Maret lalu. Episode itu mencatatkan rating 16,6 persen secara nasional serta 18,3 persen untuk regional Seoul. Dengan catatan itu, Itaewon Class menempati posisi kedua sebagai tontonan paling dikonsumsi. Saat itu, Itaewon Class berada di bawah Sky Castle, sebelum drama unggulan itu digeser The World of the Married.

Crash Landing on You pun begitu. Tak perlu banyak-banyak lihat data untuk yang satu ini. Tengok saja obrolan media sosial terkait drakor, maka Anda masih dapat menemukan nama-nama para pemain yang disebut dalam perbincangan warganet.

Bagian paling menyenangkan dari capaian ini sejatinya adalah tumbuhnya ide-ide segar di dalam menu industri. Penikmat drakor di seluruh dunia dapat menemukan lebih banyak pilihan genre dan tema sekarang. Tak cuma percintaan. Tema-tema drakor makin luas, bahkan menyentuh genre fantasi dan kolosal.

Jika Anda penonton setia drakor sejak baheula, Anda akan menyadari perkembangan itu. Dan jika Anda penonton setia drakor sejak baheula, Anda akan menikmati nostalgia dalam artikel ini. Bagi penonton-penonton baru, artikel ini dapat jadi referensi untuk menambah khazanah 'per-drakor-an' Anda. Ini dia, lima judul drakor legendaris.

 

1. Endless Love (2000)

Endless Love atau yang juga populer dengan nama Autumn in My Heart rilis pada tahun 2000 di Korea Selatan (Korsel). Drama ini dibintangi deretan aktor ternama, seperti Song Hye-kyo, Song Seung-heon, Won Bin, dan Han Chae-young. Drama ini berkisah tentang dua orang perempuan yang lahir pada Oktober. Mereka memiliki hari ulang tahun yang sama, dibesarkan di desa yang sama, dan di sekolah yang sama. 

Nasib mereka berdua berbeda. Satu karakter perempuan bernama Eun-Suh menjalani kehidupan bahagia dengan orang tua dan kakak laki-lakinya, Jun-suh, yang penuh kasih. Namun, karakter perempuan lainnya bernama Shin-ae hidup dalam kondisi sebaliknya. Ia dibesarkan oleh orang tua tunggal dan hidup dalam kemiskinan.

Suatu hari, Eun-Suh mengalami kecelakaan mobil. Lalu, dalam tes darah, ditemukan bahwa Eun-Suh dan Shin-ae tertukar saat lahir. Mereka berdua akhirnya dikembalikan ke tempat asalnya. Jun-suh sangat bingung dan sedih dengan kenyataan bahwa adik yang selama ini dia sayang harus kembali ke orang tua sesungguhnya.

Shin-ae dan Jun-suh akhirnya diboyong oleh orang tua mereka ke luar negeri. Bertahun-tahun kemudian, mereka kembali ke Korsel dan menemukan bahwa Eun-suh hidup dalam kemiskinan. Jun-suh yang awalnya simpati dengan Eun-suh akhirnya memiliki benih-benih cinta kepada "mantan" adiknya tersebut.

Drama ini sangat diminati karena berhasil membawa emosi para penontonnya. Kehidupan yang tiba-tiba berubah drastis, perpisahan, serta permainan emosi pada ikatan hubungan keluarga dibawakan dengan apik oleh para pemainnya. Drama ini sukses menjadi yang nomor satu di China dan Jepang dengan rating mencapai lebih dari 40 persen.

Sensasi drakor Endless Love juga melanda Taiwan. Pada 2001, drama ini menduduki puncak semua jenis opera sabun, meski saat itu baru tayang enam episode. Hal ini adalah pertama kalinya karya produksi non-Taiwan mencapai puncak tangga tertinggi. Endless Love hari ini dapat diakses melalui sejumlah platform streaming video.

2. Winter Sonata (2002) 

Winter Sonata pertama kali dirilis di Korsel pada Januari 2002. Drama tersebut dengan cepat menjadi salah satu drama paling populer di televisi. Diproduksi oleh sutradara yang juga menangani Endless Love, Ho Yunseok, drama yang diperankan Bae Yong-joon, Choi Jiwoo, Pak yong-ha, dan Pak Sol-mi ini turut menuai popularitas luar biasa.

Dilansir dari Korean Film, ada alasan kenapa Winter Sonata menyentuh begitu banyak hati, terutama wanita dari segala usia di seluruh Asia. Drama ini nyatanya tak cuma menawarkan kisah cinta yang kompleks. Drama ini memiliki alur cerita yang sungguh menarik. Akting para pemain pun dianggap jempolan.

Tangan dingin Ho Yunseok berhasil meramu adegan-adegan mengesankan dalam Winter Sonata. Ingat betapa menakjubkannya pemandangan musim dingin berbalut olah musik melankolis di satu adegan ikonik drama ini?

Drama ini menghadirkan penguasaan teknik sinematik yang menyentuh emosi seseorang, seperti efek suara dan visual layar lebar yang secara efektif menangkap imajinasi penonton. Soal tema pun unggul. Drama ini membahas tema cinta abadi dalam semua kompleksitasnya.

Naif, namun dianggap sebagai sajian tepat di tengah masyarakat yang dinamis dan kerap berubah-ubah. Yang istimewa, Winter Sonata juga menghapus banyak klise. Terutama soal akhir cerita. Kesimpulan yang disuguhkan dalam Winter Sonata pahit.

Cerita Winter Sonata dibuka dengan Joon Sang (Yong-joon) dan Yu Jin (Choi Jiwoo), dua siswa sekolah menengah yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Nahas, cinta mereka mengalami pukulan yang kejam karena Joon Sang meninggal dalam kecelakaan mobil. 

Sepuluh tahun kemudian, Yu Jin bekerja di proyek resor ski dengan Min Yeong yang memiliki rupa persis seperti Joon Sang. Anehnya, ia berpacaran dengan saingannya di SMA, Chae Lin (Park Sol-mi). Akibatnya, daya tarik Yu Jin yang tidak terkendali terhadap Min Yeong membahayakan pertunangannya dengan Sang Hyuk (Park Yong-ha).

Yang paling penting dari segalanya, Winter Sonata adalah judul paling berpengaruh dalam ekspansi drakor. Judul ini jadi drakor pertama yang menembus pasar luar Korea Selatan. Winter Sonata juga jadi satu-satunya drakor yang berhasil --kala itu-- menembus pasar Timur Tengah. Tepatnya Irak, pada tahun 2005.

3. Full House (2004)

Drakor lain yang menyentuh kalangan secara luas adalah Full House. Judul ini sangat melekat, terutama bagi generasi 90-an. Bahkan, hanya dengan mendengar lagunya, memori kita akan terpicu pada sosok Han Ji-eun (Song Hye-kyo) dan Lee Young-jae (Rain).

Full House berkisah tentang Han Ji-eun yang merupakan penulis naskah. Ia tinggal di sebuah rumah bernama 'Full House'. Rumah tersebut dibangun oleh almarhum ayahnya. Suatu ketika, ia mendapatkan hadiah perjalanan liburan gratis. Perjalanan itu nyatanya adalah siasat tipu teman baiknya.

Namun, saat kembali ke rumah, ia mendapati rumahnya telah dijual kepada aktor top bernama Lee Young-jae. Pahit bagi Han Ji-eun karena ia sejatinya memiliki kesan buruk pada Lee Young-jae. Keduanya sepakat hidup bersama di tengah ketidakrukunan dan kebiasaan yang saling bertentangan.

Ada kisah lain yang melingkari kisah Ji-eun dan Young-jae. Sang aktor sebenarnya sudah lama jatuh cinta dengan sahabatnya, Kang Hye-won (Han Eun-jung). Lebih dari satu dekade. Namun, Kang Hye-won memiliki perhatian pada Yoo Min-hyuk (Kim Sung-soo) yang merupakan senior mereka.

Young-jae akhirnya mengusulkan pernikahan kontrak dengan Ji-eun untuk memicu kecemburuan Hye-win. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali rumahnya, Ji-eun setuju untuk menjadi istri Young-jae selama setahun.

Dalam kehidupan yang mereka jalani bersama, Ji-eun dan Young-jae mulai belajar tentang banyak hal, terutama terkait kehidupan pernikahan, bagaimana mereka harus saling mendukung dan peduli satu sama lain.

Drama ini mencoba menjawab pertanyaan apakah dua orang dapat belajar untuk saling mencintai dalam pernikahan yang disetujui hanya di atas kertas. Hal ini juga mengeksplorasi makna keluarga dengan menghadirkan tidak peduli seberapa keras masa kini, dunia masih merupakan tempat yang baik karena dunia juga yang membawa harapan ke dalam hidup kita. Drama ini sekarang dapat disaksikan di Netflix.

4. Princess Hours (2006)

Princess Hours merupakan drakor yang rilis pada 2006. Drama tersebut dibintangi oleh Yoon Eun-hye, Ju Ji-hoon, Kim Jeong-hoon dan Song Ji-hyo. Princess Hours merupakan drama paling populer kesepuluh pada 2006. Drama ini berhasil berada di peringkat puncak dengan rating mencapai 28,3 persen. Drama ini juga populer di seluruh Asia dan juga berkontribusi terhadap Hallyu, gelombang invasi industri hiburan Korea Selatan.

Drama ini menggambarkan abad ke-21 yang mempertahankan sistem monarki dan keluarga kekaisaran sejak 1945. Serial ini berfokus pada kehidupan putra mahkota, Lee Shin bersama pengantin barunya, Chae-kyeong.

Ayah dari Lee Shin, Kaisar Lee Hyeon, sakit parah. Pandangan suram pada kesehatan Kaisar mendorong keluarga untuk mencarikan Lee Shin permaisuri yang cocok yang akan memungkinkan dia naik takhta jika situasi memburuk.

Meskipun jatuh cinta dengan balerina bernama Hyo-rin, Pangeran Shin akhirnya menikahi orang biasa yang dijodohkan oleh mendiang kakeknya, Kaisar Seongjo. Istri barunya adalah Chae-kyeong yang memiliki sifat keras kepala namun mudah dicintai.

Meskipun pada awalnya mereka berdua tidak merasakan apa pun, cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua. Masalah semakin rumit dengan kembalinya Lee Yul dan ibunya, Hwa-young, yang pernah menjadi putri mahkota sebelum kematian suaminya, Lee Soo.

Lee Yul dan ibunya diusir dari istana beberapa waktu setelah kematian ayahnya dan terungkap bahwa hal tersebut dikarenakan adanya tuduhan perselingkuhan antara Hwa-young dan Kaisar saat ini. Hwa-young kembali untuk mengembalikan putranya di garis suksesi takhta, yang dia yakini tetap menjadi miliknya.

5. Boys Over Flower (2009)

Boys Over Flower merupakan drama yang diadaptasi dari seri manga Hana Yori Dango karya Yoko Kamio yang diterbitkan pada 1992 hingga 2004. Drama Boys Over Flower juga dikenal menjadi titik balik kegandrungan drakor di Indonesia. Sejak adanya Boys Over Flower, drakor di Indonesia masuk ke arus budaya industri pertelevisian.

Judul bahasa Jepang Hana Yori Dango sejatinya adalah plesetan pepatah Jepang "Pangsit di atas bunga". Pepatah itu mengacu pada orang-orang yang menghadiri Hanami, sebuah festival bunga. Namun, alih-alih menikmati bunga, para pengunjung itu malah fokus pada sisi materialistis dari acara tersebut: kuliner dan oleh-oleh.

Berlatar tempat di sekolah menengah yang terkenal untuk orang-orang kaya raya, drama ini mengisahkan percintaan seorang gadis miskin bernama Geum Jan-di (Ku Hye-sun) dan anggota geng F4, Gu Jun-pyo (Lee Min-ho). F4 adalah geng anak-anak kaya yang dipimpin oleh Gu Jun-pyo yang kasar dan tak kenal takut. Selain Gu Jun-pyo, dalam geng tersebut juga ada Yun Ji-Hu (Kim Hyeon-jung) yang misterius dan tampan, So Lee-Jeong (Kim Bum), dan Song Woo-Bin (Kim Jun). 

Suatu hari, Geum Jan-di menyelamatkan seorang siswa (Jung Eui-chul) yang melompat dari atap Sekolah Menengah Shinhwa. Berharap menghindari skandal lebih lanjut, Kang Hee-soo (Lee Hye-young) memerintahkan sekretarisnya, Jung Sang-rok (Jung Ho-bin) untuk menawarkan Geum Jan-di beasiswa. Jan-di tidak mau menerima setelah mendengar tentang F4. Tapi, karena desakan keluarganya, ia akhirnya bersekolah di sekolah elit tersebut.

F4 juga dikenal geng yang berisikan anak-anak terkaya dan tirani sekolah. Geum Jan-di mencoba untuk tidak terlibat, namun akhirnya ikut campur tangan juga ketika Gu Jun-pyo marah pada teman baru Jan-di, Oh Min-ji (Lee Si-young). Mencari balas dendam, Jun-pyo mengiriminya kartu merah, sinyal bagi siswa lain untuk mulai menggeretaknya.

Ketika Jan-di diserang oleh tiga siswa, Ji-hoo masuk untuk menyelamatkannya. Jun-pyo beralih taktik, menyebarkan rumor tentang seorang siswa Shinhwa yang hamil. Jan-di berhadapan dengan Jun-pyo, meninju dan menyebut dirinya sendiri "perawan yang tak tersentuh." Pertengkaran Geum Jan-di dan Gu Jun-pyo pun semakin lama justru berubah menjadi rasa cinta. Serial ini dapat ditonton di Netflix dan Viu.


Artikel selanjutnya: Eksploitasi Emosi dalam The World of the Married dan Judul Drakor Lainnya