Kehadiran Prajurit TNI AD Harus Memberikan Dampak Nyata Bagi Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran prajurit TNI AD di daerah-daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono.
Berbicara dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Kadispenad menerangkan, "paradigma pembangunan nasional saat ini menempatkan stabilitas keamanan dan kesejahteraan rakyat sebagai dua hal berkaitan."
"Kehadiran TNI AD di daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar," kata Kadispenad, Jumat (29/5).
Lebih lanjut Abituren Akademi Militer 1999 ini menerangkan, TNI hadir membantu masyarakat di berbagai wilayah dengan berbagai "program sosial yang selama ini berjalan tidak pernah terekspos."
"Prajurit bekerja siang malam untuk masyarakat, tidak melihat waktu," kata Kadispenad.
"Pembangunan fasilitas air bersih, tenaga pendidik di daerah terpencil, pelayanan kesehatan oleh Satgas yang terkadang memberikan dukungan logistik untuk masyarakat di wilayah terpencil," tambahnya.
TNI AD sendiri memiliki beragam program unggulan yang dirancang sejalan dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk menjawab kebutuhan masyarakat, berdasarkan kondisi nyata yang terjadi.
Dalam Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun Anggaran 2026 di Universitas Pertahanan (Unhan) Sentul, Jawa Barat, April lalu, Kasad Jenderal TNI Maruli mengungkap capaian berbagai program unggulan TNI AD yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari penyediaan air bersih, pembangunan jembatan, hingga pengelolaan sampah.
Kasad menegaskan, TNI AD tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga berperan aktif membantu percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto.
Kehadiran TNI AD di berbagai wilayah tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP). Kadispenad menerangkan, keberadaan satuan ini merupakan penguatan fungsi pembinaan teritorial TNI AD dalam mendukung ketahanan wilayah, percepatan pembangunan hingga penanganan kondisi darurat dan kebencanaan.
Kehadirian satuan ini "bersifat membantu dan mendukung pembangunan nasional, bukan mengambil alih peran institusi sipil, kata Komandan Grup-3 yang kini menjadi Satuan-71/Sandi Yudha Kopassus periode 2022-2023 ini
"Keberadaan satuan TNI bukan hanya menghadirkan unsur keamanan, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan di wilayah," tandasnya.
Dikutip dari situs TNI AD, batalyon ini memiliki komposisi kompi pertanian atau perkebunan, peternakan, konstruksi, serta kesehatan, selain kompi markas, senapan dan bantuan yang ada di batalyon lain.
Brigjen Donny mengatakan, keberadaan Yon TP memberikan dampak ekonomi dengan menjadi penggerak ekonomi lokal, dampak kesehatan dengan memberikan layanan kesehatan khususnya di daerah terpencil, dampak pembangunan daerah dengan membantu mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah yang sulit dijangkau, dampak keamanan, serta dampak sosial kemasyarakatan.
Pembangunan Jembatan
Terkait program jembatan, Satgas Jembatan TNI AD yang dipimpin oleh Kasad Jenderal Maruli mendapat pujian dari Presiden Prabowo, terkait dengan kesungguhan dan kecepatan prajurit dalam menyelesaikan pembangunan jembatan di daerah bencana serta daerah yang membutuhkan jembatan.
Kadispenad mengungkapkan, hingga saat ini total ada 523 jembatan di seluruh wilayah Indonesia yang telah selesai dibangun.
Sebanyak 300 jembatan telah selesai dibangun di daerah bencana dengan rincian, jembatan bailey sebanyak 69 unit, jembatan armco 157 unit, jembatan beton 13 unit, serta jembatan perintis 61 unit.
Sementara, 223 jembatan berhasil diselesaikan di berbagai daerah yang bukan daerah bencana, dengan rincian: dua jembatan bailey, 38 jembatan armco, 85 jembatan beton serta 98 jembatan perintis.
"Itu nyata jadi ya. Kita terus buat, yang proses banyak, seribuan lebih nantinya," kata Kadispenad dalam pesan singkat yang diterima VOI.id.
Sebagai perbandingan, Presiden Prabowo meresmikan 218 jembatan yang selesai dibangun di berbagai wilayah Tanah Air pada 9 Maret 2026.
Baca juga:
- Mbah Marsiyah, Penjual Bubur Asal Kediri Menjadi Jemaah Haji Tertua Tahun 2026
- UNICEF Ungkap Rata-rata 11 Anak Tewas atau Terluka Setiap Hari di Lebanon Sepekan Terakhir
- Kemlu Fasilitasi Ketibaan WNI Relawan Global Sumud Land Convoy, Satu Masih di Istanbul
- Wamenlu Tata: Tajikistan Mitra Penting Memperkuat Konektivitas dan Kerja Sama LIntas Kawasan
Dansatgas Jembatan Kasad Jenderal Maruli dalam kesempatan yang sama mengatakan melalui video conference, pihaknya tengah mengerjakan 1.072 jembatan
Dalam Apel Dansat TNI, Kasad Jenderal Maruli mengungkapkan pihaknya menargetkan pembangunan 1.244 jembatan untuk kepentingan masyarakat dalam kurun waktu sekitar 1,5 tahun, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah, sejalan dengan Program Jembatan Garuda Merah Putih Presiden Prabowo.
Selain memulihkan aktivitas masyarakat dan perekonomian di wilayah bencana, pembangunan jembatan juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat, termasuk untuk mempermudah akses mobilitas, akses pendidikan hingga kesehatan.