JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengajak jajarannya untuk tancap gas mendukung program Presiden Prabowo Subianto yang dinilai menyentuh langsung rakyat, dengan prajurti TNI AD menjadi garda terdepan pelaksanaannya.
Hal itu disampaikan Kasad Jenderal TNI Maruli dalam Rapat Pimpinan TNI AD Tahun 2026 yang mengusung tema "TNI AD Hadir untuk Rakyat, Mewujudkan SISHANKAMRATA Menuju Indonesia Maju" yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/2).
"Kita tancap gas. Ini momentum yang terbaik dengan kebijakan-kebijakan Presiden (Prabowo) banyak yang betul-betul menyentuh masyarakat dan kita menjadi pelaku terdepan," kata Jenderal Maruli saat memberikan keterangan kepada wartawan.
"Ini adalah kesempatan kita untuk mengubah bangsa kita jauh lebih baik," tambahnya.
Lebih jauh Abituren Akademi Militer tahun 1992 ini menjelaskan, Presiden Prabowo menilai kinerja TNI AD sudah baik dan terus ditingkatkan (termasuk pelaksanaan program-program Presiden Prabowo).

"Presiden menilai cukup baik apa yang dilakukan TNI AD. Beliau berharap terus ditingkatkan," ungkap Kasad.
Jenderal yang banyak menghabiskan karirnya di lingkungan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini mengatakan, selain program yang sudah ada, pihaknya meyakini banyak hal-hal yang akan menjadi program yang harus dikerjakan bersama dengan dukungan TNI AD.
"Program-program berjalan seperti KDKMP (Koperasi Desa/Keluraan Merah Putih), bagaimana nanti pembuatan jembatan, KKRI (Korps Kadet Republik Indonesia), MBG (Makan Bergizi Gratis), itu semua akan kita terus tingkatkan dan evaluasi supaya lebih baik," urai Jenderal Maruli.
Kasad meyakini, jika seluruh program Presiden Prabwo berjalan, akan terasa pengaruhnya bagi masyarakat.
"Paling tidak kami dari segi rakyat, susahnya kita bisa angkat mereka, dengan MBG sampai betul ke mereka, koperasinya jalan semua, jembatannya jalan, ini saya yakin ini semua akan cepat pengaruhnya," yakin Jenderal Maruli.

Kendati demikian, Kasad mengakui semua yang dilakukan tidak terlepas dari kekurangan. Namun, itu semua akan terus dilakukan yang terbaik, menyoroti pelaksanaan MBG yang dinilainya sudah luar biasa selama setahun pertama, serta program pembangunan jembatan yang ditargetkannya mampu membangun 500-600 jembatan satu bulan.
"Saya lagi coba Kodim-Kodim, Korem-Korem, bisa mengerjakan seperti itu. Mudah-mudahan kita bisa melakukan dengan baik," harapnya.
Selain program yang menjadi unggulan, Presiden Prabowo juga memperhatikan masalah pengelolaan anggaran serta kesejahteraan prajurit TNI AD, termasuk kenaikan Tunjangan Kinerja (Tukin) yang direncanakan tahun ini, kata Jenderal Maruli.
"Sudah ada petunjuk (Presiden RI) bagaimana supaya anggaran-anggaran kita tepat, sehingga kita alokasikan banyak untuk perbaikan rumah, Kantor Koramil, pemberian penghargaan kepada anggota, itu yang Beliau garis bawahi," jelas Kasad.
"Kalau memang berprestasi, baik di medan operasi, kegiatan teritorial, bencana alam, itu diberikan penghargaan. Jadi banyak juga penyampaian Beliau mengenai peningkatan kesejahteraan prajurit," tandasnya.
BACA JUGA:
Diketahui, Rapim TNI AD 2026 kali ini diikuti para Pejabat Utama TNI AD, Komandan Komando Utama TNI, Panglima Komando Daerah Militer, Komandan/Kepala Badan Pelaksana Pusat jajaran Angkatan Darat, Komandan Korem, Komandan Kodim dan komandan satuan seluruh Indonesia.
Total ada sekitar 930 orang peserta yang hadir secara lansung dan lebih dari 1.000 komandan satuan secara video conference.
Hadir sebagai pemateri dalam Rapim TNI AD 2026 antara lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Menkopolkam Jenderal TNI (purn) Djamari Chaniago, Kementerian Koperasi, Kementerian Lingkungan Hidup, Ketua YKEP dan Ketua BP TWP.