Bagikan:

JAKARTA - Pos perbatasan Rafah di Gaza selatan dibuka kembali pada hari Selasa, memungkinkan kelompok baru pasien dan kasus kemanusiaan untuk meninggalkan Jalur Gaza, dan memungkinkan pemulangan mereka yang terdampar di sisi Mesir.

Koresponden WAFA melaporkan, gelombang ketujuh kemanusiaan dan pasien pasien berangkat menuju pos perbatasan Rafah setelah diproses di markas besar Palang Merah Palestina di Khan Younis, Gaza selatan, di hadapan perwakilan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mereka sekarang sedang dalam perjalanan untuk menerima perawatan medis di rumah sakit di luar Jalur Gaza, dikutip dari WAFA (10/2).

Ia juga mencatat kedatangan gelombang ketujuh mereka yang terdampar di Mesir di sisi Mesir dari pos perbatasan sebelum memasuki Gaza.

Palang Merah Palestina (PRCS) mengonfirmasi mereka memfasilitasi keberangkatan 50 pelintas melalui pos perbatasan Rafah, termasuk 19 pasien, sebagai bagian dari upaya kemanusiaan yang sedang berlangsung untuk memfasilitasi pemindahan pasien dan kasus kemanusiaan untuk perawatan di luar Jalur Gaza.

Pernyataan itu menegaskan, mereka telah siap dan menerima perawatan medis di rumah sakit lapangan Al-Mawasi, yang dikelola oleh Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, di daerah Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis.

Tim ambulans kemudian mengangkut dan mengawal mereka dengan aman ke perbatasan Rafah, memberikan perawatan medis yang diperlukan di sepanjang perjalanan dan memastikan keselamatan mereka hingga prosedur perjalanan selesai, semuanya dalam kondisi kemanusiaan dan kesehatan yang sangat sulit.

Sebelumnya, sekitar 40 pasien dan pendamping mereka meninggalkan Jalur Gaza, dan 40 warga Palestina lainnya yang terdampar di Mesir tiba di Gaza pada Hari Senin.