JAKARTA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Hari Selasa, belum ada tanggal spesifik untuk putaran baru pembicaraan mengenai konflik di Ukraina, tetapi Moskow mengharapkan jadwalnya segera ditetapkan.
"Tidak, belum ada tanggal spesifik. Tetapi kami masih mengharapkannya segera terjadi," katanya, dalam konferensi pers di Moskow, melansir Anadolu (10/2).
Rusia, Ukraina dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar dua putaran dialog trilateral guna mengakhiri perang yang pecah pada 2022. Dialog terbaru dilakukan pada Rabu dan Kamis pekan lalu, setelah sebelumnya dialog pertama pada 23-24 Januari. Semuanya digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Lebih lanjut Peskov mengonfirmasi Rusia dan Prancis telah melakukan kontak baru-baru ini, menambahkan bahwa dialog tingkat tinggi dapat diselenggarakan jika ada kemauan bersama.
"Memang, kontak telah terjadi, kami dapat mengkonfirmasi ini, yang, jika diinginkan dan diperlukan, akan membantu kami dengan cepat membangun dialog di tingkat tertinggi. Sejauh ini, kami belum menerima indikasi keinginan ini," katanya.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 3 Februari mengumumkan Paris telah membangun kembali saluran komunikasi teknis dengan Moskow.
Peskov mencatat bahwa Moskow memandang pernyataan Presiden Macron tentang perlunya memulihkan dialog secara positif.
"Kami telah mencatat pernyataan Bapak Macron tentang perlunya memulihkan hubungan dengan Rusia. Kami terkesan dengan pernyataan tersebut. Kami telah lama mengatakan bahwa mereduksi hubungan kita ke tingkat nol adalah tidak logis, kontraproduktif, dan merugikan semua pihak," jelasnya.
BACA JUGA:
Peskov menekankan, Rusia selalu mendukung pemeliharaan dialog, dengan alasan hal itu penting untuk menyelesaikan masalah-masalah kompleks.
"Menurut pendapat kami, hal itu dapat berkontribusi pada penyelesaian masalah-masalah yang paling mendesak dan paling kompleks. Masalah-masalah tersebut tidak akan terselesaikan dengan sendirinya. Dan konfrontasi tidak akan membantu menyelesaikannya," urai Peskov.
Ia menambahkan, negara-negara Eropa lainnya yang saat ini berkonfrontasi dengan Rusia belum mengikuti keputusan Paris untuk memulihkan kontak dengan Moskow.