JAKARTA - Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada Hari Senin, serangan udara terhadap Iran tidak akan menyebabkan runtuhnya rezim Tehran.
"Tidak, rezim itu tidak akan runtuh," kata Fidan dalam wawancara langsung dengan CNN Turki ketika ditanya apakah rezim akan runtuh jika serangan semacam itu dilakukan dengan tujuan menggulingkannya, dikutip dari Anadolu (10/2).
"Saya tidak ingin berspekulasi tentang skenario tertentu di Iran, tetapi rezim tidak akan berubah melalui serangan udara atau hal lainnya. Itu hanya khayalan," lanjutnya.
"Yang mungkin terjadi adalah pemerintah melemah, sistem melemah, dan menjadi tidak mampu memberikan layanan kepada rakyat. Kemudian, rezim yang ada mungkin memilih untuk mengambil keputusan yang jauh lebih radikal dan mungkin mencoba untuk memperbaiki situasi," urai Menlu Fidan.
"Negara itu bisa berubah," tandasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Iran dan AS bersiap untuk putaran negosiasi berikutnya, setelah dilanjutkan di Oman pada Jumat pekan lalu setelah penangguhan hampir delapan bulan.
Menekankan isu Iran telah sangat mendominasi agenda internasional, Menlu Fidan menegaskan kawasan tersebut tidak dapat menanggung perang lain.
"Presiden kami (Turki) (Recep Tayyip Erdogan) juga menunjukkan kepekaan maksimal terhadap isu ini." Oleh karena itu, kami ingin menggunakan semua cara yang tersedia untuk mencegah kemungkinan perang," katanya.
Lebih jauh Menlu Fidan mengatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memberinya pengarahan tentang negosiasi, mencatat Ankara juga telah berhubungan dengan pihak AS.
BACA JUGA:
Menggambarkan ketegangan saat ini sebagai masalah yang "sulit untuk diselesaikan dengan cepat," Menlu Fidan tetap menunjukkan kemauan yang jelas di antara para pihak untuk melanjutkan negosiasi.
Ia mengatakan seruan untuk "solusi yang lebih kreatif" telah mendapatkan daya tarik dan menggarisbawahi perlunya menjauh dari "ancaman perang."
"Saat ini, tampaknya tidak ada ancaman perang yang segera," kata Menlu Fidan, menekankan pintu untuk negosiasi telah dibuka.