JAKARTA - Jajaran TNI AD mengerjakan secara paralel siang dan malam pembangunan 218 jembatan di seluruh wilayah Indonesia bersama masyarakat hingga tuntas dan melampaui target yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf TNI AD sebagai Komandan Satgas Jembatan.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono dalam pertemuan dengan awak media di Markas Besar TNI AD, Jakarta, Hari Kamis.
"Ada yang bertanya kok begitu cepat dalam waktu 2.5 bulan? Karena kita kerjanya paralel. Seperti tidak mungkin, nyatanya mungkin," jelas Kadispenad Brigjen Donny.
"Ini terbangun, secara fisik ada. Jembatan ini diprakarsai saat ada bencana alam di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat yang begitu masif di akhir tahun 2025," lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo memuji kerja cepat prajurit TNI dalam membantu membuka akses masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana, saat meresmikan 218 jembatan yang telah dibangun di berbagai wilayah di Tanah Air pada Hari Senin.

"Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati seluruh prajurit TNI di daerah-daerah yang terkena bencana, juga daerah lain yang sangat membutuhkan jembatan," kata Presiden Prabowo, dikutip dari situs TNI AD.
Kepala Staf TNI Jenderal TNI Maruli sebagai Dansatgas Jembatan dalam kesempatan yang sama mengatakan melalui video conference, pihaknya tengah mengerjakan 1.072 jembatan dengan 218 di antaranya sudah selesai.
Kasad Jenderal Maruli mengatakan, pembangunan jembatan memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mempermudah akses pendidikan dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah.

"Yang ditargetkan 200, tapi kita bisa melebihi 200 dalam 2,5 bulan, bahkan sampai hari ini 220 jembatan," jelas Kadispenad.
Lebih lanjut Abituren Akademi Militer 1999 ini menerangkan, 80 persen dari jembatan yang sudah selesai berada di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, tiga provinsi yang mengalami bencana alam pada akhir tahun lalu. Total ada 77 jembatan di ketiga provinsi itu, terdiri dari 77 jembatan Bailey, 59 jembatan Armco dan 82 jembatan perintis atau gantung.
Di Aceh, TNI AD membangun 88 jembatan yang terdiri dari 40 jembatan Bailey, 34 jembatan Armco dan 14 jembatan perintis atau gantung. Di Sumatera Utara TNI AD membangun 24 jembatan Baily, 15 jembatan Armco dan 10 jembatan perintis atau gantung. Sedangkan di Sumatera Barat TNI AD membangun 11 jembatan Bailey, 10 jembatan Armco dan tiga jembatan perintis atau gantung.
"Angkatan Darat tidak bekerja sendiri, kita dibantu Pemerintah Daerah dan masyarakat. Kita kerja siang malam untuk memulihkan situasi di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat untuk mengejar target, biar masyarakat kita ini cepat pulih, secara perekonomian, transportasi," jelas Pati TNI AD yang banyak menghabiskan karirnya di lingkungan Kopassus ini.
"Kalau kita tidak kerja siang malam, target tidak akan tercapai," tandas Komandan Grup-3 yang kini menjadi Satuan-71/Sandi Yudha Kopassus periode 2022-2023 ini.
BACA JUGA:
Selain di ketiga provinsi di atas, TNI AD juga membangun 57 jembatan di berbagai provinsi dengan rincian dua jembatan Baily di Jawa Tengah serta 55 jembatan perintis atau gantung yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
"Berdasarkan survei, wilayah kita di Indonesia yang membutuhkan jembatan tidak hanya 1.000 (titik), sampai 8.000 lebih (titik) masyarakat meminta dibuatkan jembatan," ungkap Kadispenad.
"Ini PR ke depannya, tapi kita, TNI AD, akan terus berusaha," pungkas Brigjen Donny.