JAKARTA - TNI Angkatan Darat setiap hari selalu melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) di seluruh wilayah Indonesia, baik yang terprogram hingga kegiatan OMSP lain, di antaranya pengadaan pengairan dan pendidikan di pelosok Tanah Air.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Wahyu Yudhayana mengatakan, selain OMSP dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), jajarannya terus melakukan program unggulan seperti pengairan dan pendidikan.
"Kalau yang TMMD, segera dibuka TMMD ke-126 di 50 Kabupaten dan Kota," jelas Kadispenad usai olahraga bersama di Markas Besar TNI AD, Kamis 18 September.
Ia menjelaskan, "Di TMMD juga ada bagaimana menangani pencapaian swasembada, masalah peningkatan kesejahteraan kesehatan, serta kegiatan pendidikan."
Terkait program unggulan di bidang pengairan, TNI AD diketahui memiliki program TNI AD Manunggal Air. Data TNI AD mencatat, sejauh ini program tersebut berhasil membangun 4.561 titik sumber air di seluruh Indonesia, dengan penerima manfaat mencapai 502.714 Kepala Keluarga atau lebih dari 1,5 juta jiwa, serta mendukung pengairan lahan pertanian seluas 53.820 hektare.
"Program unggulan tidak pernah berhenti. (Misalnya) kita melihat daerah yang airnya kurang untuk pertanian, sehingga panennya hanya satu kali (setahun), sementara kita sedang mengejar target swasembada, (kita bantu), itu jadi kegiatan unggulan kita, air untuk pertanian," urai Brigjen TNI Wahyu.
Lebih jauh Kadispenad menerangkan, TNI AD juga memiliki program air untuk sanitasi, bagian dari program TNI Manunggal Air.
"Saat ini masih sekitar 9 persen masyarakat yang belum mendapat sanitasi dengan baik. Dampak kepada stunting, kesejahteraan, hingga ke permasalahan lainnya," jelas Brigjen TNI Wahyu, yang Juni lalu memastikan ini bukan program sekali jalan, namun pengabdian jangka panjang TNI AD dengan kesejahteraan rakyat menjadi bagian dari pertahanan negara.
Bentuk OMSP lain yang dilakukan TNI AD yakni memastikan terselenggaranya pendidikan di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T), di mana personel TNI AD tergelar luas dari Sabang sampai Merauke, sampai pelosok terjauh.
"Prajurit kita di wilayah tersebut, kalau tidak ada satuan tugas pengamanan, itu Babinsa membantu mengajar anak-anak setempat. Kalau ada satuan tugas, dilaksanakan satuan tugas di daerah tersebut," urai Kadispenad.
SEE ALSO:
Diketahui, kehadiran prajurit TNI AD hingga ke wilayah pelosok untuk membantu berlangsungnya pendidikan merupakan bagian dari program TNI AD Mengajar, program pembinaan pendidikan yang melibatkan prajurit TNI AD, utamanya di daerah 3T.
"Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan, dengan kehadiran prajurit TNI AD, semangat peserta didik sangat baik, terlihat dari tingginya keterlibatan anak-anak dalam proses pembelajaran," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, dalam pembukaan Bimbingan Teknis TNI AD Mengajar di Daerah 3T yang digelar di Mayonif Mekanis 403/Wiarasa Pratista, Sleman Desember tahun lalu, dikutip dari situs Direktorat Guru Pendidikan Dasar.