Pelatihan Online Kartu Prakerja Rp335 Ribu, Materi Jauh dari Harapan

JAKARTA - Program Kartu Prakerja lagi-lagi menjadi sorotan banyak pihak. Bukan hanya karena tak tepat sasaran, namun juga karena materi pelatihan online yang diberikan dinilai sangat dasar, bahkan tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Salah satu peserta Kartu Prakerja, Juniansyah Azari mengungkap, materi yang didapatnya saat mengikuti pelatihan online 'trik menjadi seorang YouTuber' melalui web Geti Incubator, jauh dari harapannya. Padahal, pelatihan ini adalah syarat peserta mendapat sertifikat.

"Jadi untuk pelatihan yang saya ambil 'trik menjadi seorang YouTuber' Rp335.000 nama jasa pelatihannya geti incubator. Harapan saya kenapa milih itu materi, karna ekspetasi awal pasti pelatihannya bagus dan lebih mendalam pastinya dalam hal menjadi seorang YouTuber," kata Juniansyah, kepada VOI, di Jakarta, Sabtu, 2 Mei.

Setelah mengikuti pelatihan, Juniansyah menilai, biaya yang dikeluarkan oleh negara untuk memberikan fasilitas pelatihan online kepada peserta Kartu Prakerja, tidak sebanding dengan materi pelatihan. Sebab, materi yang diberika seperti kontent gratis dalam platform YouTube.

"Jadi ya saya kayak enggak dapat apa-apa gitu dari pelatihan tersebut secara teorinya ya. Jadi intinya dari pembahasan materi yang dikasih saya enggak dapat esensinya," tuturnya.

Tak hanya itu, Juniansyah juga mengaku, merasa ada yang aneh dengan video online pelatihan yang disediakan dalam web resmi lembaga tersebut. Sebab, tiga video yang disediakan memuat materi yang sama.

"Ada yang buat saya jadi ngerasa aneh, enggak match sama harga (pelatihannya). Ini jasa jelas enggak sih ngasih pelatihannya. Masa dari tiga modul yang di sediakan sama semua isinya. Malah video bab tiga ada tulisannya 'video ini telah di hapus karena melanggar' apa gitu saya lupa," ucapnya.

Juniansyah pun lantas mencoba untuk menayakan hal tersebut kepada pihak lembaga pelatihan yakni Geti Incubator yang bisa diakses melalui online.geti.id. Namun, sayang keluhannya melalui email maupun sosial media resmi lembaga tersebut tak mendapat jawaban.

"Saya udah sempet nanyain langsung ke pihak jasa tersebut. Lewat email enggak di bales, jadinya saya DM (direct message) aja lewat Instagram (resminya). Enggak di jawab pertanyaan saya terkait video bab 1, 2 dan 3. Kekurangannya enggak bisa tanya jawab di videonya. Cuma ada contact person-nya email dan telepon," jelasnya.

Meski begitu, Juniansyah masih berfikir positif, bahwa tidak semua lembaga pelatihan yang disediakan untuk peserta Kartu Prakerja seperti Geti Incubator.

"Ini saya baru buka satu pelatihan, bukan berarti semua mitra pelatihannya kaya gini. Nanti saya mau coba yang lain, untuk tahu apakah sama dengan pelatihan yang saya ikutin sebelumnya," tutupnya.

Sekadar informasi, pemberian pelatihan sesuai dengan Perpres Nomor 36 tahun 2020 tentang pengembangan kompetensi kerja melalui program Kartu Prakerja. Pada program ini, para peserta diberikan biaya pelatihan sebesar Rp1.000.000 yang nanti dimanfaatkan untuk membeli paket pelatihan yang tersedia 2.000 jenis dari 233 lembaga pelatihan.