Bos WSKT soal Merger BUMN Karya: Saya Rasa akan Tereksekusi Tahun Depan
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) buka suara terkait rencana penggabungan BUMN karya.
Rencananya, WSKT akan bergabung dengan PT Hutama Karya (Persero).
Direktur Utama Waskita Karya Muhammad Hanugroho mengungkapkan, penggabungan Waskita dengan BUMN karya lainnya akan rampung paling lambat tahun depan. Saat ini, rencana aksi korporasi tersebut sedang dalam proses kajian bersama Danantara Aset Manajemen.
"Saya rasa mungkin ini akan tereksekusi bisa saja di tahun depan. Finalnya itu di tahun depan, tapi ini bisa cepat bisa tahun depan," ujar Hanugroho dalam Public Expose 2025, Selasa, 4 November.
Hanugroho menjelaskan, proses konsolidasi tersebut membutuhkan waktu dalam mempertimbangkan kesiapan bisnis di masing-masing perusahaan hingga pembahasan terkait sumber daya manusia atau pegawai.
Apalagi, Waskita memiliki status sebagai perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya dimiliki oleh publik.
"Apalagi ini ada perusahaan Tbk, kami harus perhatikan respons pasar ataupun investor yang ada di market itu kami juga harus akomodir, kira-kira responsnya seperti apa," kata dia.
Dalam proses rencana konsolidasi manajemen juga masih menunggu intruksi dari pemegang saham selanjutnya perihal kemungkinan terjadinya perubahan status Waskita sebagai emiten.
"Karena pembahasan mengenai kita dari go public menjadi go private itu sangat mungkin juga dalam pembahasan kami. Jadi, ini masih subjek itu dari hasil final bentuk struktur konsolidasi integrasinya," ucap Hanugroho.
"Kalau misalnya ada, ya, misalnya apakah ini bentuknya holding-subholding? Ataukah ini memang merger? Kalau merger, kan, beda nih, misalnya dari tiga perusahaan atau empat perusahaan jadi satu. Tidak ada single entity yang nanti surviving entity-nya siapa gitu, kan. Kami masih betul-betul mengkaji itu," sambungnya.
Dalam rencana penggabungan tersebut, menurut Hanugroho, juga ada potensi penurunan nilai aset, sehingga perlu melakukan proses penyesuaian struktural.
"Jadi market value, lah, intinya gitu. Jadi, tidak ada lagi misalnya potensi yang berakibat after integrasi itu ada angka-angka muncul yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, preparation-nya betul-betul kami matangkan," terang dia.
Dia mengaku, konsolidasi mendapatkan perhatian banyak pihak karena menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembenahan di BUMN karya dari tujuh perusahaan menjadi tiga perusahaan.
"Nah ini menjadi faktor penting. Memang ada beberapa inisiatif strategis yang ingin kami sampaikan bahwa tujuan utamanya adalah kembali kepada fokus pada core bisnisnya sebagai BUMN karya," jelas Hanugroho.
Baca juga:
Tujuan utama konsolidasi lainnya juga untuk peningkatan sinergi dan efisiensi operasional, selain penguatan peran BUMN untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional dengan sumber daya lebih terpusat dan efektif.
"Kami melakukan konsolidasi bersama dengan Danantara Aset Manajemen dan kami akan melakukan kajian kembali terkait dengan proses integrasi ini. Sehingga, sifatnya belum final bentuknya seperti apa," pungkas dia.