Bagikan:

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan memberikan subsidi ongkos atau tarif untuk layanan kereta khusus petani dan pedagang sebesar 60 persen.

“Tadi sudah saya katakan, ongkos disubsidi pemerintah 60 persen. Semuanya. Kalau untuk petani dan pedagang, dianya tetap disubsidi 60 persen,” katanya kepada wartawan di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 4 November.

Selain itu, Prabowo juga memastikan petani dan pedagang yang menaiki armada ini tidak perlu membayar uang lebih untuk ongkos barang.

“Jadi, dia hanya bayar untuk dirinya. Barang dagangannya dia tidak perlu bayar,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melalui anak usahanya KAI Commuter sedang menyiapkan konsep pengoperasian Kereta Petani dan Pedagang. Rencananya, layanan kereta tersebut akan mulai beroperasi bulan ini.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan pada tahap awal, konsep ini akan diterapkan di wilayah Banten sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan produktivitas sektor riil.

“Tahap awal pengoperasian Kereta Petani dan Pedagang akan difokuskan di lintas Rangkasbitung Line, dengan pola layanan yang dirancang agar proses bongkar muat hasil pertanian dan barang dagangan dapat dilakukan dengan aman di sejumlah stasiun,” katanya dalam keterangan resmi, Senin, 3 November.

Anne bilang kereta Petani dan Pedagang akan menggunakan jadwal eksisting Commuter Line Merak dengan waktu pemberhentian tambahan di beberapa titik.

“Program ini masih dalam tahap persiapan, dan kami ingin memastikan setiap langkahnya berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui transportasi yang inklusif dan produktif,” ucapnya.

Di sisi lain, Anne mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten 2023, terdapat 609.226 unit usaha pertanian perorangan di wilayah tersebut.

Sebagian petani masih menghadapi kendala distribusi hasil panen ke pasar, yang berdampak pada rendahnya nilai jual produk.

Survei terhadap pengguna Commuter Line Merak juga menunjukkan 81,23 persen penumpang petani dan pedagang mendukung adanya layanan kereta khusus untuk menunjang aktivitas ekonomi mereka.

Sementara itu, 6,94 persen penumpang dari Serang mengusulkan penyesuaian waktu keberangkatan pagi antara pukul 07.00 hingga 08.00 agar sesuai dengan waktu pasar tradisional.

Sepanjang Januari hingga September 2025, pengguna Commuter Line di Rangkasbitung Line mencapai 56.825.669 pelanggan, naik 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 51.706.637 pelanggan.

“Peningkatan ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat Banten yang didukung transportasi publik berbasis rel,” ucapnya.