JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin untuk melakukan pengadaan 30 rangkaian kereta atau trainset baru dalam waktu satu tahun ke depan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 4 November.
“Bisa berapa bulan, Dirut KAI? Berapa? Ini didengar loh. Enam bulan? Sudah lah kita kasih, saya (kasih waktu) 1 tahun. Nanti dia stres tidak bisa tidur ya kan? Kalau kau bisa enam bulan, oke. Tapi 1 tahun harus. Ini rakyat yang saksi ya? Jadi nanti ada tambahan 30 rangkaian baru,” katanya.
Prabowo bilang pemerintah juga sudah menyetujui pemberian dana sebesar Rp5 triliun untuk perluasan kapasitas kereta api, termasuk pengadaan rangkaian kereta baru untuk layanan kereta Jabodetabek.
“Beliau (Dirut KAI) ajukan totalnya Rp4,8 triliun, saya setujui. Tidak, tidak Rp4,8 triliun, Rp5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengaku telah mencoba rangkaian kereta baru. Adapun kereta rel listrik (KRL) yang dijajal Prabowo dari Stasiun Manggarai menuju Tanah Abang adalah CLI-125 buatan China.
“Saya tadi coba, bersih, nyaman, AC. Saya sering di luar negeri, tetapi kereta api kita ini tidak kalah dengan kereta api di mana pun,” ucapnya.
Sekadar informasi, PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter telah mengoperasikan 11 rangkaian sarana KRL baru yang impor dari China untuk melayani pengguna Commuter Line Jabodetabek.
Direktur Utama KAI Commuter, Asdo Artriviyanto menyampaikan rangkaian KRL terbaru ini merupakan modernisasi sarana perkeretaapian yang memiliki teknologi terbaru dengan sebutan CLI-125 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan pengguna yang semakin meningkat.
BACA JUGA:
Awalnya, kata Asdo, KAI Commuter mengoperasikan sarana KRL baru ini sebanyak 2 rangkaian yang masing-masing terdiri dari 12 kereta (SF12) pada tanggal 1 Juni 2025 di lintas Bogor dan 1 rangkaian di lintas Cikarang.
Selanjutnya, kata Asdo, secara bertahap KAI Commuter masing-masing mengoperasikan sebanyak 2 rangkaian pada 11 Juni 2025, 25 Juli 2025, 22 Agustus 2025, dan 26 September 2025. Seluruhnya beroperasi setelah lolos sertifikasi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Kementerian Perhubungan.
Saat ini, Asdo bilang, pengoperasian sarana KRL baru ini untuk layanan Commuter Line Bogor ada sebanyak empat rangkaian dan Commuter Line Cikarang sebanyak tujuh rangkaian.
“Seluruh pengoperasian sarana KRL baru ini merupakan penggantian atas pengoperasian sarana KRL lama yang telah masuk masa pensiun atau telah habis masa pakainya,” ujar Asdo dalam keterangan resmi Rabu, 15 Oktober.