Berada di Titik Kritis, Rupiah Diprediksi Tembus Rp16.750 per Dolar AS
JAKARTA - Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo menyampaikan untuk perdagangan hari Kamis, 25 September 2025, pergerakan nilai tukar rupiah masih akan menghadapi sejumlah tantangan.
Menurutnya, fokus pasar diperkirakan akan tertuju pada rilis data PCE Price Index dari Amerika Serikat (AS), yang merupakan indikator utama inflasi dan acuan penting bagi kebijakan suku bunga The Federal Reserve (The Fed).
"Jika data ini menunjukkan inflasi yang tetap tinggi, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed akan semakin berkurang, yang berpotensi memperkuat dolar dan menekan Rupiah lebih lanjut. Namun, jika data mengejutkan dengan angka yang lebih rendah, Rupiah bisa mendapatkan sedikit ruang untuk bernapas," ujarnya kepada VOI, Kamis, 25 September.
Ia menambahkan dalam situasi seperti ini, intervensi yang konsisten dari Bank Indonesia diperkirakan akan tetap menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasar, menahan volatilitas, dan mencegah pelemahan Rupiah yang terlalu tajam.
Sutopo menyampaikan dengan mempertimbangkan berbagai sentimen global dan domestik yang kompleks, pergerakan nilai tukar rupiah diperkirakan terhadap dolar AS pada Kamis, 25 September akan bergerak dalam rentang Rp16.650 per dolar AS hingga Rp16.750 per dolar AS.
Baca juga:
Menurutnya, pergerakan ini sangat bergantung pada bagaimana pasar merespons data inflasi AS serta kebijakan moneter yang diambil selanjutnya.
Ia menambahkan bahwa kondisi ini mencerminkan posisi Rupiah yang saat ini berada di persimpangan jalan, terombang-ambing antara harapan terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan tekanan dari dinamika ekonomi global yang sarat ketidakpastian.
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Rabu, 24 September 2025, Kurs rupiah spot di tutup menguat 0,02 persen ke level Rp16.684 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,26 persen ke level harga Rp16.680 per dolar AS.